KALTIMPOST.ID, SAMARINDA – Aktivitas ekspor Kalimantan Timur (Kaltim) pada April 2026 masih terkonsentrasi di sejumlah pelabuhan utama. Dari lima pelabuhan terbesar, Pelabuhan Balikpapan menjadi pintu keluar barang ekspor dengan nilai tertinggi sekaligus mencatat kenaikan paling signifikan dibandingkan bulan sebelumnya.
Nilai ekspor melalui Pelabuhan Balikpapan pada April 2026 mencapai USD569 juta. Angka tersebut meningkat 48,66 persen dibandingkan Maret 2026 yang angkanya di USD382,76 juta. Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kaltim Mas’ud Rifai menyebutkan, selain Balikpapan, dua pelabuhan lain yang memberikan kontribusi terbesar terhadap ekspor Kaltim adalah Pelabuhan Samarinda dan Pelabuhan Tanjung Bara.
“Tiga pelabuhan yang memberikan sumbangan terbesar terhadap total nilai ekspor Kaltim pada April 2026 adalah Pelabuhan Balikpapan (USD569,00 juta), Pelabuhan Samarinda (USD351,28 juta), dan Pelabuhan Tanjung Bara (USD249,07 juta),” paparnya.
Pelabuhan Samarinda membukukan nilai ekspor USD351,28 juta pada April 2026, naik 26,43 persen dibandingkan bulan sebelumnya. Sementara Pelabuhan Tanjung Bara mencatat ekspor senilai USD249,07 juta atau meningkat 14,06 persen dibandingkan Maret 2026.
Kenaikan juga terjadi di Pelabuhan Tanjung Redeb yang mencatat nilai ekspor USD160,71 juta, tumbuh 30,47 persen secara bulanan. Berbeda dengan pelabuhan lainnya, Bonthan Bay justru mengalami penurunan dari US$219,68 juta menjadi USD142,30 juta atau turun 35,22 persen.
Secara keseluruhan, nilai ekspor dari lima pelabuhan utama mencapai USD1,47 miliar pada April 2026. Nilai tersebut meningkat 20,50 persen dibandingkan Maret 2026 yang nilainya USD1,22 miliar.
Mas’ud menyebut, selama Januari hingga April 2026, Pelabuhan Balikpapan masih menjadi kontributor terbesar terhadap total ekspor Kaltim dengan porsi 30,52 persen. Posisi berikutnya ditempati Pelabuhan Samarinda dengan kontribusi 19,31 persen dan Pelabuhan Tanjung Bara sebesar 13,51 persen terhadap total nilai ekspor. (*)
Editor : Ismet Rifani