KALTIMPOST.ID, SAMARINDA – Aktivitas perdagangan internasional di Kalimantan Timur kembali menunjukkan gairah signifikan. Badan Pusat Statistik (BPS) Kaltim mencatat lonjakan tajam pada angka impor nonmigas dari 13 negara utama pada April 2026 yang menembus angka USD78,56 juta.
Angkanya melonjak USD17,15 juta atau tumbuh 27,93 persen jika dibandingkan dengan capaian Maret 2026. Kepala BPS Kaltim, Mas’ud Rifai menjelaskan bahwa kenaikan yang cukup signifikan itu utamanya dipicu oleh melonjaknya nilai pasokan barang dari beberapa negara mitra utama secara signifikan.
Kondisi tersebut terutama dipengaruhi oleh naiknya nilai impor dari beberapa negara utama, seperti Vietnam yang naik USD8,77 juta atau 29.233,33 persen, Australia naik USD4,96 juta atau 295,24 persen, dan Jerman naik USD3,93 juta atau 129,28 persen.
Meskipun Vietnam dan Australia mencatatkan lonjakan persentase yang tinggi secara bulanan, posisi Tiongkok sebagai pemasok utama kebutuhan nonmigas Bumi Etam masih memimpin sepanjang tahun berjalan.
Baca Juga: Impor Barang Modal Kaltim Anjlok 52,18 Persen, Ketergantungan pada Bahan Baku Kian Menguat
"Dilihat dari peranannya terhadap total impor nonmigas pada periode Januari-April 2026, kontribusi terbesar negara asal barang didominasi oleh Tiongkok USD65,71 juta dengan peranan 22,03 persen, diikuti oleh Malaysia USD42,17 juta dengan peranan 14,14 persen, dan Amerika Serikat USD31,61 juta dengan peranan 10,60 persen," papar Mas’ud.
Jika peta perdagangan tersebut dikelompokkan berdasarkan teritorial regional, Mas’ud memaparkan bahwa kedekatan geografis di Asia Tenggara masih menjadi motor penggerak utama arus barang masuk ke Kaltim.
Jika dikelompokan menurut kawasannya, selama periode Januari-April 2026 kontribusi kelompok negara ASEAN USD87,77 juta dengan peranan 29,42 persen dan Uni Eropa USD53,99 juta dengan peranan 18,10 persen terhadap total impor nonmigas. (*)
Editor : Nugroho Pandu Cahyo