KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN – Pelemahan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang disertai penguatan dolar AS terhadap rupiah mulai memunculkan kekhawatiran di kalangan pelaku usaha. Kondisi tersebut dinilai berpotensi menahan laju investasi yang selama ini menjadi salah satu penggerak pertumbuhan ekonomi dan penciptaan lapangan kerja.
Ketua Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Balikpapan Noval Asfihani mengatakan gejolak ekonomi global saat ini tidak hanya dirasakan Indonesia, tetapi juga banyak negara lainnya. Menurutnya, ketidakpastian ekonomi yang terjadi membuat investor cenderung lebih berhati-hati dalam mengambil keputusan bisnis.
"Karena kondisi global, hampir di seluruh dunia mengalami ekonomi yang tidak begitu baik. Terutama di Indonesia, kenapa IHSG kita sudah drop ke level yang cukup parah, kurs dolar kita juga naik cukup signifikan," ujarnya.
Baca Juga: Sabu 1 Kg Gagal Diselundupkan, Bea Cukai dan Polda Kaltim Selamatkan Ribuan Jiwa
Noval menilai situasi tersebut dapat memengaruhi tingkat kepercayaan investor. Akibatnya, sejumlah rencana ekspansi usaha maupun investasi baru berpotensi ditunda hingga kondisi ekonomi dinilai lebih stabil.
Kondisi itu menjadi tantangan tersendiri bagi Balikpapan yang saat ini berperan sebagai salah satu penyangga pertumbuhan ekonomi Kalimantan, terutama di tengah pembangunan Ibu Kota Nusantara (IKN).
Menurut Noval, perlambatan investasi tidak hanya berdampak pada dunia usaha, tetapi juga berpotensi memengaruhi penyerapan tenaga kerja. Saat investasi menurun, perusahaan cenderung menahan ekspansi dan mengurangi kebutuhan perekrutan karyawan baru.
Baca Juga: Kritik Keras APBD Kaltim 2025: Fraksi Gerindra Soroti Silpa Rp 961 Miliar dan Tren Kemerosotan PAD
"Yang kita takutkan adalah banyak sekali orang-orang yang tidak berani melakukan investasi. Sehingga kalau investasi tidak dilakukan, otomatis lapangan pekerjaan pun juga akan terpengaruh," katanya.
Karena itu, ia berharap pemerintah bersama pelaku usaha dapat terus menjaga optimisme pasar dan menciptakan iklim investasi yang kondusif. Langkah tersebut dinilai penting agar investor tetap memiliki keyakinan untuk menanamkan modalnya di tengah ketidakpastian ekonomi global.
"Kita harus tetap menjaga kepercayaan dunia usaha. Karena investasi adalah salah satu motor utama pertumbuhan ekonomi," tutupnya. (*)
Editor : Nugroho Pandu Cahyo