KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN – Lanskap pasar modal tanah air terus bertransformasi. Berinvestasi kini tak lagi melulu soal aktivitas konvensional membeli saham saat murah lalu menjualnya ketika harganya melambung.
Lewat hajatan "IDX Product Roadshow Balikpapan 2026" yang digeber di Jatra Hotel, Bursa Efek Indonesia (BEI) bersama barisan sekuritas papan atas resmi memperkenalkan empat instrumen investasi tingkat lanjut (advanced) kepada para pemodal di Kota Minyak.
Selama dua hari penuh, Jumat (26/6) dan Sabtu (27/6), jalannya acara dipandu langsung oleh Deputi Kepala Wilayah BEI Kaltimtara Aldila Bandaro pada sesi satu dan dua, serta Kepala Wilayah BEI Kaltimtara Ferdinan Sihombing pada sesi tiga dan empat.
Berikut adalah rangkuman serta cara kerja empat "senjata" baru pasar modal yang dikupas tuntas oleh para pakar bursa:
1. Waran Terstruktur (Structured Warrant)
Dibedah langsung oleh Vigilius Tridian Caraka, Senior Analyst Structured Product Business Development BEI. Instrumen ini pada dasarnya memberikan hak khusus kepada pembelinya untuk membeli atau menjual suatu aset dasar (underlying asset) pada harga dan tanggal jatuh tempo yang telah disepakati sejak awal.
"Waran Terstruktur bisa menjadi opsi yang sangat memikat untuk mendongkrak keuntungan investor. Namun ingat, produk ini memiliki jangka waktu jatuh tempo tertentu, sehingga risikonya juga relatif lebih tinggi," urai Vigilius.
2. Intraday Short Selling
Sesi kedua menghadirkan Irsyad Akmala Mukhtar, Senior Analyst Equity Business BEI, yang menguliti strategi bertransaksi saat pasar sedang tren menurun (bearish).
Melalui short selling, investor bisa menjual saham yang mereka "pinjam" terlebih dahulu dengan harapan bisa membelinya kembali di hari yang sama saat harganya merosot. Selisih harga jual yang tinggi dan harga beli yang rendah itulah yang menjadi pundi-pundi keuntungan.
3. Exchange Traded Fund (ETF)
Memasuki hari kedua, Sabtu (27/6), giliran Alexander Iskandar Salim selaku Direktur Indo Premier Investment Management yang naik panggung. Ia memperkenalkan ETF sebagai strategi jitu melakukan diversifikasi investasi hanya dalam satu kali klik.
ETF sendiri merupakan reksadana berbentuk kontrak investasi kolektif yang unit penyertaannya diperdagangkan secara real-time di bursa saham layaknya saham biasa. Melalui instrumen ini, investor bisa langsung memiliki "keranjang" berisi beraneka ragam saham unggulan yang berbeda tanpa perlu repot membelinya satu per satu.
4. Single Stock Futures
Sebagai pemungkas di sesi keempat, Pier Ridge Yose, Head of Derivatives Business Development BEI, memaparkan kecanggihan produk derivatif berupa Single Stock Futures. Instrumen ini merupakan kontrak hukum untuk membeli atau menjual suatu saham spesifik di masa depan dengan harga yang telah dikunci pada saat kontrak dibuat. Istimewanya, produk ini sangat fleksibel karena memungkinkan investor meraup cuan, baik saat kondisi harga saham acuan sedang merangkak naik maupun ketika terperosok turun. (*)
Editor : Nugroho Pandu Cahyo