KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN – Sepanjang Juni 2026, kenaikan tarif pada sektor transportasi menjadi faktor paling dominan yang mendorong inflasi Kota Minyak. Dibanding kelompok pengeluaran lainnya, transportasi mencatat inflasi tertinggi secara tahunan sekaligus menjadi penyumbang terbesar terhadap inflasi umum.
Adapun dilihat berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Balikpapan menunjukkan kelompok transportasi mengalami inflasi year-on-year sebesar 10,23 persen. Besarnya kenaikan tersebut memberikan andil 1,39 persen terhadap inflasi Kota Balikpapan yang secara keseluruhan tercatat sebesar 2,80 persen.
Baca Juga: Saat Kuliner Jadi Magnet Utama Mal, Makanan Korea dan Jepang Kuasai Tren di Balikpapan
"Tarif angkutan udara dan harga bensin menjadi dua komoditas yang paling besar memengaruhi kenaikan pada kelompok transportasi. Selain itu, biaya perawatan kendaraan juga turut berkontribusi terhadap meningkatnya pengeluaran masyarakat di sektor tersebut," ucap Kepala BPS Balikpapan Marinda Dama.
Lebih lanjut, dirinya menjelaskan, kelompok transportasi masih menjadi pendorong utama inflasi karena kenaikan harga sejumlah komoditas di dalamnya terjadi secara bersamaan selama Juni.
"Transportasi memberikan andil paling besar terhadap inflasi tahunan dibandingkan kelompok pengeluaran lainnya. Kenaikan tarif angkutan udara dan harga bensin menjadi faktor yang cukup dominan dalam pembentukan inflasi pada bulan ini," katanya.
Baca Juga: Sawit Kaltim Dihadapkan Tantangan Global, GAPKI Minta Produktivitas Naik Tanpa Buka Lahan Baru
Meski transportasi menjadi penyumbang utama, tekanan inflasi juga datang dari kelompok makanan, minuman dan tembakau yang memberikan andil 0,84 persen. Selanjutnya kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya menyumbang 0,61 persen terhadap inflasi tahunan.
Sebaliknya, beberapa kelompok pengeluaran justru menahan laju inflasi. Kelompok perumahan, air, listrik dan bahan bakar rumah tangga mengalami deflasi sebesar 1,16 persen. Rekreasi, olahraga dan budaya juga mengalami deflasi 1,62 persen, sementara kelompok pendidikan mencatat penurunan indeks harga sebesar 0,18 persen.
Marinda mengatakan, pemantauan terhadap kelompok transportasi akan tetap menjadi perhatian karena perubahan harga energi maupun tarif jasa angkutan memiliki pengaruh besar terhadap pembentukan inflasi di Kota Balikpapan.
"Tekanan inflasi di Balikpapan tidak terjadi secara merata pada seluruh kelompok pengeluaran. Sebagian komoditas mengalami kenaikan harga yang cukup tinggi, sedangkan komoditas lainnya justru mengalami penurunan sehingga membantu menjaga inflasi tetap terkendali," tutupnya. (*)
Editor : Duito Susanto