Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

Inflasi Balikpapan Juni 2026 Lebih Tinggi dari Tahun Lalu, Ini Komoditas Pemicunya

Ulil Mu'Awanah • Jumat, 10 Juli 2026 | 18:12 WIB

 

GLOBAL: Laju inflasi meningkat pada triwulan I salah satunya karena kenaikan harga emas dunia. (ANGGI/KP)
PEMICU: Selain kelompok transportasi, emas perhiasan menjadi salah satu pendorong inflasi Balikpapan. (ANGGI/KP)

KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN – Laju inflasi di Balikpapan kembali menunjukkan peningkatan pada Juni 2026. Berdasarkan hasil pemantauan Badan Pusat Statistik (BPS) Balikpapan, inflasi secara tahunan atau year-on-year (y-on-y) mencapai 2,80 persen. Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan inflasi Juni tahun lalu yang berada di level 1,77 persen.

Selain inflasi tahunan, Balikpapan juga mencatat inflasi bulanan atau month-to-month (m-to-m) sebesar 0,86 persen, sedangkan inflasi tahun kalender atau year-to-date (y-to-d) mencapai 2,24 persen.

Kenaikan harga sejumlah komoditas pada berbagai kelompok pengeluaran menjadi penyebab meningkatnya indeks harga konsumen (IHK) menjadi 112,53 dari 109,47 pada Juni 2025.

Baca Juga: Biaya Transportasi Jadi Biang Inflasi Balikpapan, Tarif Pesawat dan Bensin Paling Berpengaruh

Disampaikan Kepala BPS Balikpapan Marinda Dama, inflasi tahunan dipicu oleh kenaikan harga pada delapan kelompok pengeluaran. Sementara tiga kelompok lainnya justru mengalami penurunan indeks harga sehingga membantu menahan laju inflasi.

"Kelompok transportasi masih menjadi penyumbang inflasi terbesar, disusul kelompok makanan, minuman dan tembakau serta kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya. Meski demikian, terdapat beberapa kelompok yang mengalami deflasi sehingga inflasi secara keseluruhan masih berada pada level yang relatif terkendali," bebernya.

Kelompok transportasi mengalami inflasi sebesar 10,23 persen secara tahunan dengan andil mencapai 1,39 persen. Sementara kelompok makanan, minuman dan tembakau mencatat inflasi 2,63 persen dengan kontribusi 0,84 persen terhadap inflasi umum. Di sisi lain, kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya mengalami inflasi hingga 9,87 persen dengan andil 0,61 persen.

Baca Juga: Saat Kuliner Jadi Magnet Utama Mal, Makanan Korea dan Jepang Kuasai Tren di Balikpapan

Sejumlah komoditas tercatat menjadi pemicu utama kenaikan harga sepanjang Juni. Di antaranya emas perhiasan, bensin, tarif angkutan udara, beras, sigaret kretek mesin, cabai rawit, biaya pemeliharaan kendaraan, ikan layang, minyak goreng, bawang merah, tomat hingga upah asisten rumah tangga.

Di tengah kenaikan tersebut, terdapat komoditas yang justru mengalami penurunan harga. "Bahan bakar rumah tangga, parfum, tas sekolah, berbagai jenis sayuran, telur ayam ras, sabun deterjen bubuk hingga santan jadi menjadi komoditas yang memberikan andil terhadap deflasi pada Juni," sebutnya.

Marinda menambahkan, BPS akan terus memantau perubahan harga sebagai dasar penyusunan statistik inflasi yang menjadi acuan pemerintah dalam menjaga stabilitas harga dan daya beli masyarakat.

"Perkembangan inflasi pada Juni masih menunjukkan dinamika harga yang dipengaruhi kondisi permintaan masyarakat dan pergerakan harga sejumlah komoditas strategis," tuturnya. (*)

 

Editor : Duito Susanto
#Tarif angkutan udara #Marinda Dama Prianto #emas perhiasan #inflasi Balikpapan #BPS Balikpapan