Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan

Misi KKT Pertahankan PROPER Biru, Perkuat Transformasi Pelabuhan Hijau, Fokus Efisiensi Energi

Ulil Mu'Awanah • Rabu, 15 Juli 2026 | 19:37 WIB
EFISIENSI ENERGI: KKT bakal mengurangi penggunaan energi di kawasan terminal dengan mendorong elektrifikasi berbagai fasilitas operasional untuk mengurangi konsumsi bahan bakar fosil dan menekan emisi karbon.
EFISIENSI ENERGI: KKT bakal mengurangi penggunaan energi di kawasan terminal dengan mendorong elektrifikasi berbagai fasilitas operasional untuk mengurangi konsumsi bahan bakar fosil dan menekan emisi karbon.

KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN - PT Kaltim Kariangau Terminal (KKT) terus memperkuat transformasi menuju pelabuhan yang ramah lingkungan melalui berbagai program pengelolaan lingkungan, efisiensi energi, serta penerapan konsep green port.

Beragam upaya tersebut menjadi bagian dari komitmen perusahaan untuk memenuhi seluruh aspek penilaian Program Penilaian Peringkat Kinerja Perusahaan (PROPER) Kementerian Lingkungan Hidup (KLH), sekaligus mempertahankan standar kepatuhan yang menjadi syarat memperoleh PROPER Biru.

‎PROPER Biru merupakan peringkat yang diberikan kepada perusahaan yang mampu memenuhi seluruh ketentuan pengelolaan lingkungan hidup sesuai regulasi. Penilaian tersebut tidak hanya melihat kelengkapan dokumen lingkungan, tetapi juga implementasi nyata perusahaan dalam mengendalikan dampak operasional terhadap lingkungan, mengelola limbah, meningkatkan efisiensi penggunaan energi, mengurangi emisi, serta menjaga hubungan dengan masyarakat sekitar.

Baca Juga: Pariwisata Balikpapan Tumbuh Pesat, Tapi Terkendala SDM dan Minimnya Regenerasi Pengelola Wisata

‎Enriany Muis, selaku Direktur Utama PT KKT mengatakan, pihaknya memandang pengelolaan lingkungan bukan sekadar memenuhi kewajiban administratif, melainkan bagian dari strategi perusahaan dalam mewujudkan operasional pelabuhan yang berkelanjutan.

‎"Salah satu fokus utama KKT adalah meningkatkan efisiensi penggunaan energi di kawasan terminal. Perusahaan secara bertahap mendorong elektrifikasi berbagai fasilitas operasional untuk mengurangi konsumsi bahan bakar fosil dan menekan emisi karbon," beber Enriany.

‎Langkah tersebut dilakukan melalui optimalisasi penggunaan peralatan berbasis listrik, penggantian sistem crane yang elektrik, hingga pengaturan pola konsumsi listrik agar lebih efisien. KKT juga terus mengevaluasi peluang pemanfaatan energi yang lebih ramah lingkungan dalam mendukung aktivitas bongkar muat.

‎Selain efisiensi energi, KKT memperkuat pengendalian pencemaran di kawasan pelabuhan. Berbagai fasilitas pengelolaan limbah, baik limbah domestik maupun limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3), terus ditingkatkan agar seluruh proses penanganan limbah memenuhi ketentuan yang berlaku.

Baca Juga: Negara yang Bekerja

‎Pengendalian kualitas air dan udara juga menjadi perhatian perusahaan. Pemantauan dilakukan secara berkala terhadap kualitas air laut, air limbah, kebisingan, serta emisi untuk memastikan aktivitas pelabuhan tidak memberikan dampak yang melebihi baku mutu lingkungan.

‎Di sisi konservasi, KKT juga menjalankan penghijauan kawasan pelabuhan melalui penanaman pohon dan penambahan ruang terbuka hijau sebagai upaya meningkatkan kualitas lingkungan sekaligus mengurangi efek panas di kawasan operasional. Program tersebut turut diintegrasikan dengan pengelolaan drainase agar kawasan pelabuhan lebih adaptif terhadap perubahan iklim.

‎Enriany mengatakan, seluruh program tersebut menjadi bagian dari budaya perusahaan yang menempatkan aspek Environment, Social and Governance (ESG) sebagai salah satu pilar pengembangan bisnis.

‎"Kami ingin memastikan bahwa setiap pengembangan terminal selalu memperhatikan keberlanjutan lingkungan. Jadi bukan hanya mengejar produktivitas pelabuhan, tetapi juga bagaimana aktivitas tersebut tetap selaras dengan prinsip perlindungan lingkungan," katanya.

‎KKT juga aktif melibatkan masyarakat melalui berbagai program pemberdayaan lingkungan. Kegiatan edukasi pengelolaan sampah, penanaman pohon bersama masyarakat, hingga peningkatan kesadaran terhadap pentingnya menjaga kawasan pesisir menjadi bagian dari tanggung jawab sosial perusahaan.

‎Selain itu, ditambahkan Enriany, seluruh langkah tersebut merupakan investasi jangka panjang agar pelabuhan dapat tumbuh secara berkelanjutan.

Baca Juga: Disnakertrans Paser Gelar FGD Raperda Ketenagakerjaan, Perusahaan Wajib Jamin BPJS Karyawan

‎"PROPER Biru bukan hanya simbol kepatuhan, tetapi menjadi tolok ukur bahwa perusahaan menjalankan operasional secara bertanggung jawab terhadap lingkungan. Karena itu kami terus melakukan evaluasi, dan inovasi agar kualitas pengelolaan lingkungan terus meningkat," ujarnya.

‎Ia pun berujar, KKT juga terus memperkuat digitalisasi dalam pengelolaan dokumen lingkungan sehingga proses pelaporan, pemantauan, dan evaluasi dapat dilakukan lebih cepat dan akurat. Digitalisasi tersebut diharapkan mampu meningkatkan transparansi sekaligus mempercepat pengambilan keputusan dalam pengelolaan lingkungan.

‎Oleh karenanya, Enriany berharap seluruh upaya yang dilakukan perusahaan dapat memperkuat posisi KKT sebagai pelabuhan modern yang tidak hanya unggul dari sisi layanan logistik, tetapi juga menjadi contoh penerapan prinsip green port di Indonesia.

‎"Kami ingin pelabuhan berkembang bersama lingkungan. Efisiensi energi, elektrifikasi, pengurangan emisi, pengelolaan limbah, hingga penghijauan akan terus menjadi prioritas dalam pengembangan KKT ke depan," katanya. ‎Pihak PT KKT juga telah melengkapi seluruh dokumen yang dipersyaratkan sebagai pemenuhan persyaratan PROPER. (*)

Editor : Nugroho Pandu Cahyo
PROPER Biru pelabuhan hijau efisiensi energi pelabuhan balikpapan PT Kaltim Kariangau Terminal