KALTIMPOST.ID, SAMARINDA – Kinerja penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK) perbankan di kabupaten dan kota di Kalimantan Timur pada triwulan I 2026 menunjukkan tren yang beragam. Beberapa daerah berhasil mencatat pertumbuhan dua digit, sementara daerah lainnya masih mengalami kontraksi.
Penajam Paser Utara (PPU) menjadi daerah dengan pertumbuhan DPK tertinggi 73,65 persen (yoy) dengan nominal penghimpunan dana mencapai Rp4,59 triliun. Posisi berikutnya ditempati Bontang yang tumbuh 17,89 persen dengan DPK Rp16,43 triliun, disusul Kutai Barat yang meningkat 10,72 persen dengan nilai DPK Rp4,91 triliun.
Di sisi lain, sejumlah daerah masih mencatat kontraksi. Mahakam Ulu mengalami penurunan terdalam 46,36 persen dengan DPK Rp660,27 miliar. Selanjutnya Paser terkontraksi 19,45 persen dengan DPK Rp5,03 triliun, Kutai Timur turun 14,59 persen menjadi Rp12,56 triliun, Samarinda turun 10,48 persen dengan DPK Rp53,70 triliun, Kutai Kartanegara terkontraksi 4,20 persen menjadi Rp9,17 triliun, Berau turun 4,09 persen menjadi Rp7,39 triliun, dan Balikpapan turun 3,46 persen dengan DPK Rp40,66 triliun.
Meski beberapa daerah masih mengalami kontraksi, Samarinda dan Balikpapan tetap menjadi penyumbang DPK terbesar di Kaltim dengan nilai simpanan masing-masing mencapai Rp53,70 triliun dan Rp40,66 triliun. "Kondisi ini sejalan dengan meningkatnya aktivitas konsumsi masyarakat pada periode Ramadan dan Idulfitri 2026, yang mendorong penyesuaian pola penggunaan dana simpanan," beber Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Kaltim Jajang Hermawan.
Meski demikian, BI menilai penghimpunan dana masyarakat masih menunjukkan arah yang positif. "Meskipun demikian, secara keseluruhan penghimpunan DPK tetap menunjukkan arah perbaikan, yang mencerminkan terjaganya kepercayaan masyarakat terhadap sistem perbankan di Kaltim," pungkas Jajang. (riz)
Editor : Muhammad Rizki