PUTRI Kaltim Genap Delapan Tahun, Kini Fokus Perkuat Kolaborasi Pelaku Wisata

Raden Roro Mira Budi Asih • Dipublikasikan Minggu, 2 Agustus 2026 | 17:15 WIB
PENGEMBANGAN: Pariwisata tidak bisa berdiri sendiri, pengembangannya melibatkan berbagai pihak.
PENGEMBANGAN: Pariwisata tidak bisa berdiri sendiri, pengembangannya melibatkan berbagai pihak.

KALTIMPOST.ID, SAMARINDA – Delapan tahun berdiri, Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Perhimpunan Usaha Taman Rekreasi Indonesia (PUTRI) Kalimantan Timur terus memperluas kolaborasi dengan pelaku usaha wisata, pemerintah, hingga organisasi dunia usaha.

Disampaikan Ketua DPD PUTRI Kaltim Dian Rosita, pengembangan pariwisata tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja. "Pariwisata tidak bisa sendiri. Kita harus berkumpul bersama, merumuskan bersama, lalu maju bersama untuk pariwisata Kaltim," ungkapnya.

Oleh sebab itu, dalam agenda ngobrol bareng PUTRI (Ngopi) yang digelar baru-baru ini, pihaknya sengaja menghadirkan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari organisasi pengusaha, OPD, hingga pelaku industri pariwisata.

Baca Juga: Tingkat Kepatuhan Pajak Kendaraan Baru 46 Persen, Jasa Raharja dan KemenPANRB Siapkan Strategi Khusus

Menurut Dian, perjalanan membesarkan PUTRI bukan perkara mudah. Selama hampir delapan tahun, organisasi tersebut berupaya merangkul pelaku usaha wisata dari berbagai skala.

"UMKM, pengusaha kecil, pengusaha menengah sampai pengusaha besar berada dalam satu organisasi untuk mewujudkan kepentingan bisnis sekaligus kepentingan daerah," katanya.

Ia menilai komitmen pemerintah terhadap sektor pariwisata mulai terlihat, salah satunya dengan masuknya sektor tersebut dalam agenda transisi ekonomi.

"Kami bahkan diundang Badan Perencanaan dan Pembangunan Daerah (Bappeda) untuk membahas transisi ekonomi. Ini menunjukkan pariwisata mulai mendapat perhatian," ujarnya.

Baca Juga: Usut Kebakaran KM Mutiara Sentosa II di Perairan Madura, Ditpolairud Polda Jatim Uji Lapangan dan Terjunkan Tim Intelijen

Menurut Dian, sinergi antara pemerintah dan pelaku usaha diharapkan mampu meningkatkan kontribusi pariwisata terhadap perekonomian daerah sekaligus pendapatan asli daerah (PAD). (*)

Editor : Nugroho Pandu Cahyo
Transisi Ekonomi Kaltim PUTRI Kaltim pelaku usaha pariwisata wisata kalimantan timur pariwisata Kaltim