Cara Iim Rahman Dorong Perempuan Balikpapan Berdaya, Rutin Gelar Pelatihan Keterampilan, Tak Harus Kerja di Kantor

Ulil Mu'Awanah • Dipublikasikan Minggu, 2 Agustus 2026 | 19:12 WIB
WAKIL RAKYAT: Iim Rahman terus berusaha memperjuangkan berbagai program yang menyentuh langsung kehidupan masyarakat.
WAKIL RAKYAT: Iim Rahman terus berusaha memperjuangkan berbagai program yang menyentuh langsung kehidupan masyarakat.

KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN - Pemberdayaan perempuan bukan semata-mata soal mendorong lebih banyak perempuan bekerja di luar rumah. Makna berdaya justru lahir ketika seorang ibu memiliki kemampuan membantu memenuhi kebutuhan keluarga, memastikan anak-anak tetap mengenyam pendidikan, sekaligus menjaga kehangatan rumah tangga tanpa kehilangan peran sebagai seorang ibu.

Cara pandang itu menjadi landasan Iim Rahman dalam memperjuangkan berbagai program yang menyentuh langsung kehidupan masyarakat. Di tengah keterbatasan anggaran akibat kebijakan efisiensi, Iim memilih memfokuskan dukungannya pada program-program peningkatan kapasitas perempuan melalui pelatihan keterampilan yang memiliki nilai ekonomi.

"Menurut saya, perempuan itu sederhana. Kalau anak bisa makan cukup, sekolahnya terjamin, itu sudah surga buat seorang ibu," kata Anggota Komisi IV DPRD Balikpapan tersebut.

Menurutnya, keberhasilan pembangunan tidak selalu diukur dari besarnya proyek fisik maupun nilai anggaran yang digelontorkan. Perubahan nyata justru dapat dimulai dari lingkungan keluarga ketika seorang perempuan memiliki keterampilan yang mampu menghasilkan pendapatan tambahan.

Baca Juga: PUTRI Kaltim Minta Desa Wisata Berbadan Usaha Agar Naik Kelas Jadi Industri Profesional

"Memang banyak kegiatan yang akhirnya tidak terlaksana karena efisiensi anggaran. Jadi saya lebih fokus pada apa yang masih bisa dikerjakan, terutama pelatihan bagi kader dan perempuan," tuturnya.

Iim menilai perkembangan teknologi telah membuka peluang yang jauh lebih luas bagi perempuan untuk tetap produktif tanpa harus meninggalkan rumah. Berbagai jenis usaha kini dapat dijalankan secara fleksibel dengan memanfaatkan keterampilan yang dimiliki. "Dunia sekarang sudah berubah. Dari rumah juga bisa menghasilkan. Yang penting kita punya keterampilan," lanjutnya.

Berangkat dari pemikiran tersebut, Iim memanfaatkan dana pokok-pokok pikirannya untuk menghadirkan berbagai pelatihan pemberdayaan ekonomi bagi perempuan. Salah satunya dengan mengajak sekitar 130 kader perempuan mengikuti pelatihan di Samarinda sebagai bentuk apresiasi sekaligus peningkatan kapasitas.

Tak berhenti di situ, ia juga rutin menggelar pelatihan keterampilan yang memiliki peluang usaha cukup besar, seperti cooking class, pembuatan aneka kue, hampers, hingga merangkai bouquet. Menurutnya, keterampilan tersebut memiliki pasar yang menjanjikan karena selalu dibutuhkan pada berbagai momen, mulai dari wisuda, pernikahan, ulang tahun hingga hari-hari besar keagamaan.

Baca Juga: Isu Harga Sparepart Motor Naik, Astra Motor Kaltim 1 Pastikan Stok Oli Honda Aman dan Terjangkau

Pelatihan itu diikuti perempuan dari berbagai komunitas dan kelompok usaha di Balikpapan. Selain memperoleh materi praktik secara langsung, para peserta juga dibekali pemahaman mengenai peluang usaha rumahan yang dapat dikembangkan menjadi UMKM mandiri.

"Kami ingin perempuan di Balikpapan semakin berdaya, mandiri, dan memiliki kemampuan untuk meningkatkan ekonomi keluarga masing-masing," ujarnya.

Iim menegaskan perempuan memegang peranan penting dalam menjaga ketahanan keluarga. Karena itu, peningkatan keterampilan menjadi salah satu cara paling efektif agar perempuan memiliki kesempatan memperoleh penghasilan tambahan tanpa harus bergantung sepenuhnya pada satu sumber pendapatan keluarga.

Ia pun memastikan program pemberdayaan tersebut dirancang agar dapat menjangkau seluruh lapisan masyarakat, termasuk ibu rumah tangga, perempuan kepala keluarga, maupun penyandang disabilitas yang memiliki semangat untuk berkembang.

"Semua perempuan harus diberikan ruang yang sama untuk berkembang. Baik ibu rumah tangga, single parent maupun teman-teman disabilitas, semuanya punya potensi," katanya.

Menurut Iim, pelatihan keterampilan bukan sekadar kegiatan seremonial. Lebih dari itu, program tersebut diharapkan mampu melahirkan perempuan-perempuan yang percaya diri, produktif, serta mampu membangun usaha dari rumah sehingga memberikan dampak langsung terhadap kesejahteraan keluarga.

Baca Juga: Produksi Cabai Besar Kaltim Naik 9,46 Persen, Kukar Jadi Penyumbang Utama

Ia mengaku prihatin ketika masih menjumpai perempuan yang memiliki keinginan membantu perekonomian keluarga, tetapi belum memiliki keterampilan maupun kesempatan untuk memulai usaha. "Kalau perempuan punya skill, dia bisa menghasilkan sendiri. Anak bisa sekolah, dapur bisa mengepul, itu sudah membahagiakan," ujarnya.

Iim mengungkapkan kebahagiaan tersendiri ketika melihat hasil nyata dari berbagai pelatihan yang telah digelar. Sejumlah peserta kini telah mampu memproduksi dan menjual hasil karyanya sehingga memperoleh tambahan penghasilan secara mandiri. "Alhamdulillah, peserta-peserta pelatihan itu sekarang sudah bisa mendapatkan penghasilan sendiri. Saya senang melihatnya," sebut Iim.

Baginya, membangun daerah tidak selalu harus diawali dengan gedung-gedung megah ataupun proyek bernilai besar. Perubahan dapat dimulai dari keluarga-keluarga yang semakin mandiri secara ekonomi berkat hadirnya perempuan yang memiliki keterampilan, kepercayaan diri, dan kesempatan untuk berkembang.

Baca Juga: Bupati Kukar Dorong Sinergi TJSL dan PKBL untuk Mempercepat Pembangunan

"Kegiatan seperti ini bukan sekadar pelatihan, tetapi bagaimana perempuan bisa lebih percaya diri, produktif, dan menjadi penguat ekonomi keluarga. Kalau perempuan kuat, maka keluarga juga ikut kuat," tutupnya.

Semangat itulah yang terus ia dorong dari Komisi IV DPRD Balikpapan. Bagi Iim Rahman, ketika seorang perempuan berdaya, maka keluarga akan lebih kokoh, anak-anak memiliki masa depan yang lebih terjamin, dan pada akhirnya kualitas sumber daya manusia daerah pun ikut meningkat. "Kita sesama perempuan harus saling menguatkan. Perempuan untuk perempuan," ucapnya. (*)

Editor : Nugroho Pandu Cahyo
Iim Rahman pemberdayaan perempuan Balikpapan pelatihan perempuan UMKM perempuan dprd balikpapan