Tiga Racikan Nasi Padang di Kecapi Cafe & Resto Samarinda, Mana Paling Menggoda?

Raden Roro Mira Budi Asih • Dipublikasikan Sabtu, 22 Agustus 2026 | 14:17 WIB
RASA MINANG: Ada tiga lauk utama bebas pilih sesuai selera di Rasa Minang Kecapi Cafe & Resto Samarinda.
RASA MINANG: Ada tiga lauk utama bebas pilih sesuai selera di Rasa Minang Kecapi Cafe & Resto Samarinda.

KALTIMPOST.ID, SAMARINDA – Nasi Padang identik dengan pilihan lauk yang melimpah di meja makan. Namun, sajian khas Minang kini hadir dengan sentuhan berbeda di hotel. Kecapi Cafe & Resto Samarinda menghadirkan tiga menu nasi Padang dalam program Rasa Minang.

Sous Chef Ardi Winata mengatakan, tiga pilihan tersebut masing-masing menawarkan karakter lauk yang berbeda. Ada nasi Padang telur barendo seharga Rp58 ribu, ayam pop Rp75 ribu, serta dendeng batokok Rp98 ribu.

Meski lauk utamanya berbeda, ketiga menu tersebut tetap membawa elemen pendamping yang lekat dengan nasi Padang. Mulai daun singkong, gulai nangka, kerupuk kulit atau jangek siram, sambal balado, hingga lado mudo.

Baca Juga: Mooncake Mercure-Ibis Samarinda Tak Sekadar Tradisi, Hadirkan Lima Varian Rasa

Yang menjadi salah satu daya tarik adalah telur barendo. Berbeda dengan telur dadar biasa, telur tersebut dibuat dengan teknik penggorengan menggunakan minyak dalam jumlah lebih banyak sehingga menghasilkan bentuk yang mengembang dengan tekstur renyah di bagian luar.

Ardi menjelaskan, telur barendo yang digunakan Kecapi dibuat dari telur ayam. “Bedanya teknik proses masaknya. Karena dia pakai minyak lumayan cukup banyak. Secara volume dia lebih naik, terus teksturnya lebih crispy,” jelasnya.

Sementara itu, ayam pop dimasak menggunakan ayam negeri dengan bumbu putih, air kelapa, rempah-rempah, dan santan cair. Proses memasaknya membutuhkan waktu sekitar 30-40 menit hingga daging ayam menjadi lembut. Sehingga gurihnya lebih berasa.

Baca Juga: Nama dan Foto Ratu Felisha Dicatut dalam Kasus Arisan Fiktif, Ini Klarifikasi sang Aktris

Pilihan lainnya adalah dendeng batokok. Ardi menyebut sajian ini berbeda dari dendeng kering yang umumnya memiliki tekstur renyah. Dendeng batokok dibuat dari daging sapi yang terlebih dahulu direbus bersama bumbu dan rempah, kemudian diiris dengan ketebalan sekitar 5 milimeter.

Daging selanjutnya dimarinasi menggunakan bumbu putih, asam jawa, dan ketumbar. Setelah itu, daging digoreng sebentar dalam minyak panas sebelum diberi sambal balado. “Kalau dendeng batokok dia lebih moist. Kering di luar, dalamnya masih moist,” terangnya.

Teknik tersebut membuat dendeng tetap memiliki tekstur daging di bagian dalam. Sambal balado yang disiram di atasnya memberikan karakter pedas yang kemudian berpadu dengan gurihnya dendeng.

Menurut Ardi, kehadiran menu Rasa Minang juga menjadi upaya menghadirkan pilihan kuliner yang berbeda bagi konsumen di Samarinda. Terlebih, restoran dengan konsep yang secara khusus mengangkat kuliner Minang masih relatif terbatas. “Karena mungkin di sini di Samarinda sendiri masih kurang, restoran bernuansa Minang ataupun dari provinsi Sumatera lainnya,” tuturnya.

Program Rasa Minang tersebut telah mulai dijual sejak awal Agustus. Dari respons konsumen sejauh ini, Ardi menyebut antusiasme terhadap menu tersebut cukup baik. Apalagi rasa yang dihadirkan juga cukup autentik. (*)

Editor : Nugroho Pandu Cahyo
nasi Padang Kecapi Cafe & Resto Samarinda nasi Padang Samarinda Kecapi Cafe & Resto Samarinda telur barendo Samarinda ayam pop Samarinda