Terangi Senambah dan Mulupan, Perjuangan PLN Jangkau 168 Desa di Kaltimra Berlanjut

Maria Irham • Dipublikasikan Minggu, 30 Agustus 2026 | 20:55 WIB
TERANGI DESA: PLN menyiapkan pembangunan sekitar 875,36 kilometer jaringan tegangan menengah (JTM), 486,62 kilometer jaringan tegangan rendah (JTR) dan 220 unit gardu distribusi untuk buka akses 9.885 calon pelanggan. IST/KP
TERANGI DESA: PLN menyiapkan pembangunan sekitar 875,36 kilometer jaringan tegangan menengah (JTM), 486,62 kilometer jaringan tegangan rendah (JTR) dan 220 unit gardu distribusi untuk buka akses 9.885 calon pelanggan. IST/KP

KALTIMPOST.ID, BALIKPAPAN – Perjalanan pemerataan akses listrik di Kaltim dan Kaltara (Kaltimra) terus berlanjut. Setelah menghadirkan layanan listrik PLN 24 jam bagi masyarakat Desa Senambah dan Mulupan di Muara Bengkal, Kutai Timur, PT PLN (Persero) Unit Induk Distribusi (UID) Kaltimra kini melanjutkan upaya perluasan akses listrik ke 168 desa lainnya di Kaltim dan Kaltara.

Untuk mendukung perluasan tersebut, PLN menyiapkan pembangunan sekitar 875,36 kilometer jaringan tegangan menengah (JTM), 486,62 kilometer jaringan tegangan rendah (JTR), dan 220 unit gardu distribusi. Infrastruktur tersebut diproyeksikan mendukung pembukaan akses listrik PLN bagi sekitar 9.885 calon pelanggan.

Langkah ini menjadi bagian dari upaya PLN untuk terus memperluas akses listrik secara bertahap, khususnya ke wilayah yang memiliki tantangan geografis dan infrastruktur. Membangun jaringan listrik di wilayah Kalimantan bukan pekerjaan sederhana.

Bentang wilayah yang luas, jarak antarpemukiman, kondisi geografis, akses menuju lokasi, hingga mobilisasi material dan peralatan menjadi tantangan yang harus dihadapi dalam pembangunan listrik desa. Namun, berbagai tantangan tersebut tidak menghentikan upaya PLN untuk terus memperluas jangkauan layanan.

Baca Juga: Siap-Siap Disidang! Polda Kaltim Limpahkan Berkas Kasus Korupsi BLKI Balikpapan

Salah satu perjalanan yang telah diwujudkan adalah penyalaan listrik PLN di Desa Senambah dan Desa Mulupan. Sebelumnya, masyarakat di kedua desa mengandalkan pembangkit listrik tenaga diesel dengan waktu operasi yang terbatas.

Kini, sebanyak 512 pelanggan di kedua desa tersebut telah mendapatkan layanan listrik PLN selama 24 jam. Kehadiran listrik sepanjang hari diharapkan dapat memberikan ruang yang lebih besar bagi masyarakat untuk menjalankan aktivitas sehari-hari, mendukung kegiatan belajar, serta mengembangkan kegiatan ekonomi dan produktivitas desa.

Bupati Kutai Timur, Ardiansyah Sulaiman, mengapresiasi langkah PLN dalam memperluas akses listrik bagi masyarakat di wilayahnya. “Kini masyarakat Senambah dan Mulupan sudah merdeka menikmati listrik selama 24 jam. Ini menjadi kabar baik dan momentum penting bagi pembangunan di Muara Bengkal. Kami berharap sinergi antara Pemkab Kutai Timur dan PLN terus diperkuat agar wilayah lain juga dapat merasakan manfaat yang sama,” ujar Ardiansyah.

General Manager PLN UID Kaltimra, Muchamad Chaliq Fadli, mengatakan keberhasilan menghadirkan listrik 24 jam di Senambah dan Mulupan menjadi bagian dari perjalanan panjang PLN dalam memperluas akses listrik di Kaltim dan Kaltara.

Baca Juga: Orang Tua Diminta Larang Anak Ikut Unjuk Rasa Ricuh, Ini Alasannya

“Keberhasilan di Senambah dan Mulupan menunjukkan bahwa di tengah tantangan geografis yang ada, akses listrik tetap dapat kita hadirkan melalui kerja bersama. Namun, perjalanan pemerataan ini belum selesai. Kami terus melanjutkan pembangunan dan memperluas akses listrik ke desa-desa lainnya secara bertahap,” ujar Chaliq.

Menurut Chaliq, rencana pembangunan jaringan sepanjang lebih dari 1.300 kilometer, yang terdiri atas jaringan tegangan menengah dan tegangan rendah, serta pembangunan ratusan gardu distribusi, mencerminkan besarnya upaya yang diperlukan untuk menjangkau wilayah yang masih membutuhkan penguatan akses kelistrikan.

Namun, bagi PLN, pembangunan listrik desa tidak semata-mata berbicara mengenai panjang jaringan atau jumlah infrastruktur yang dibangun. “Di balik setiap kilometer jaringan yang dibangun, ada masyarakat yang menantikan hadirnya listrik. Ada anak-anak yang membutuhkan penerangan untuk belajar, keluarga yang ingin menjalankan aktivitas dengan lebih leluasa dan desa yang memiliki potensi untuk berkembang. Karena itu, setiap pembangunan yang kami lakukan memiliki tujuan yang lebih besar, yaitu membuka semakin banyak ruang bagi masyarakat untuk tumbuh,” jelas Chaliq.

Ia menambahkan, perluasan akses listrik membutuhkan dukungan dan kolaborasi berbagai pihak, mulai dari pemerintah daerah, pemerintah desa, masyarakat, hingga para pemangku kepentingan lainnya.

“Kami menyadari pemerataan listrik tidak dapat dilakukan sendiri. Dukungan pemerintah dan masyarakat sangat penting, baik dalam proses pembangunan maupun dalam memastikan infrastruktur yang telah dibangun dapat memberikan manfaat secara berkelanjutan,” tambahnya.

Baca Juga: Gara-Gara Bakar Sampah, Pohon 10 Meter di KM 7 Ludes Terbakar hingga Bikin Jalanan Macet!

Upaya memperluas akses listrik tersebut berjalan seiring dengan capaian elektrifikasi di wilayah kerja PLN UID Kaltimra. Hingga Juli 2026, Rasio Elektrifikasi (RE) PLN di Kalimantan Timur mencapai 95,87 persen, dengan Rasio Desa Berlistrik (RDB) PLN sebesar 93,06 persen. Sementara di Kalimantan Utara, RE PLN mencapai 99,17 persen dengan RDB PLN sebesar 81,95 persen.

Angka tersebut menjadi bagian dari gambaran perjalanan PLN dalam memperluas akses layanan kelistrikan. Di sisi lain, masih adanya desa yang perlu dijangkau menunjukkan bahwa pekerjaan pemerataan akses listrik masih terus berlanjut.

Dari Senambah dan Mulupan, perjalanan itu kini bergerak menuju desa-desa lainnya. Setiap jaringan yang dibangun bukan hanya menghubungkan gardu dengan pelanggan, tetapi juga membuka akses terhadap aktivitas yang sebelumnya terbatas. Setiap desa yang mendapat layanan listrik menjadi bagian dari perjalanan yang lebih besar: menghadirkan akses energi yang semakin merata dan membuka lebih banyak kesempatan bagi masyarakat untuk belajar, bekerja, berusaha, dan bertumbuh.

PLN UID Kaltimra akan terus melanjutkan upaya tersebut bersama pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan, agar manfaat listrik dapat semakin dirasakan oleh masyarakat di Kalimantan Timur dan Kalimantan Utara. (*)

Editor : Nugroho Pandu Cahyo
terangi desa pemeratan listrik akses listrik listrik pln pln