Penumpang Angkutan Laut Kaltim Anjlok 27 Persen pada Juli 2026

Raden Roro Mira Budi Asih • Dipublikasikan Rabu, 2 September 2026 | 17:29 WIB
TURUN: BPS mencatat penurunan jumlah penumpang angkutan laut, salah satunya di Pelabuhan Samarinda yang melayani 14.234 penumpang pada Juli lalu.
TURUN: BPS mencatat penurunan jumlah penumpang angkutan laut, salah satunya di Pelabuhan Samarinda yang melayani 14.234 penumpang pada Juli lalu.

KALTIMPOST.ID, SAMARINDA – Mobilitas penumpang melalui jalur laut di Kalimantan Timur mengalami penyusutan cukup dalam pada Juli 2026. Badan Pusat Statistik (BPS) Kaltim mencatat jumlah penumpang angkutan laut dalam negeri hanya 68.787 orang, turun 27,39 persen dibandingkan Juni yang mencapai 94.733 orang.

Kepala BPS Kaltim Mas’ud Rifai mengatakan, penurunan tersebut terjadi di seluruh pelabuhan yang menjadi titik pencatatan penumpang angkutan laut dalam negeri. Pelabuhan Bontang-Lhok Tuan mengalami penurunan paling dalam secara bulanan, yakni 40,05 persen. Disusul Pelabuhan Samarinda yang turun 26,16 persen dan Pelabuhan Semayang-Balikpapan sebesar 25,80 persen.

Dari total 68.787 penumpang pada Juli, Pelabuhan Semayang masih menjadi pintu utama. Pelabuhan yang berada di Balikpapan tersebut melayani 48.519 penumpang atau 70,54 persen dari keseluruhan penumpang angkutan laut dalam negeri.

"Pelabuhan Samarinda berada di posisi berikutnya dengan 14.234 penumpang atau 20,69 persen. Sementara Pelabuhan Bontang-Lhok Tuan menyumbang 6.034 penumpang atau 8,77 persen," lanjut Mas'ud. 

Namun, jika dilihat dalam rentang waktu yang lebih panjang, kinerja angkutan laut Kaltim justru menunjukkan pertumbuhan signifikan. Sepanjang Januari-Juli 2026, jumlah penumpang mencapai 458.981 orang, naik 70,91 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya yang sebanyak 268.558 orang.

Pertumbuhan tersebut terjadi di seluruh pelabuhan. Semayang mencatat kenaikan 74,25 persen menjadi 315.795 penumpang. Kemudian Samarinda tumbuh 70,57 persen menjadi 95.552 penumpang. “Jika dibandingkan dengan periode Januari-Juli 2025, jumlah penumpang angkutan laut dalam negeri periode Januari-Juli 2026 naik 70,91 persen,” ujar Mas’ud.

Sementara itu, Pelabuhan Bontang-Lhok Tuan membukukan pertumbuhan 52,12 persen dengan jumlah kumulatif 47.634 penumpang hingga Juli 2026. Dengan demikian, meski trafik bulanan Juli mengalami tekanan di seluruh pelabuhan, secara kumulatif sepanjang tujuh bulan pertama 2026 angkutan laut dalam negeri Kaltim masih mencatat pertumbuhan yang cukup kuat. (*)

Editor : Ismet Rifani
Mas’ud Rifai penumpang kapal turun pelabuhan samarinda BPS KALTIM pelabuhan semayang