Berawal dari Rasa Nyaman Sendiri, Brand Susah Bangun Asal Samarinda Laris ke Berbagai Pulau

Nasya Rahaya • Dipublikasikan Sabtu, 12 September 2026 | 22:08 WIB
JAMINAN KUALITAS: Yustina Yuliani sangat percaya dengan apa yang dia jual. Ia mengaku hanya menawarkan barang yang ia sukai dan percaya kualitasnya. NASYA/KP
JAMINAN KUALITAS: Yustina Yuliani sangat percaya dengan apa yang dia jual. Ia mengaku hanya menawarkan barang yang ia sukai dan percaya kualitasnya. NASYA/KP

KALTIMPOST.ID, SAMARINDA - Berawal dari pengalaman mencari selimut tidur yang nyaman untuk diri sendiri, Yustina Yuliani kini berhasil membesarkan jenama perlengkapan tidur unik bernama Bed Cover Susah Bangun hingga menjangkau pasar lintas pulau.

Sebelum dikenal lewat Bed Cover Susah Bangun, Yustina lebih dulu menekuni nail art selama belasan tahun. Perempuan kelahiran 23 Juli 1988 itu merintis jasa nail art dari rumah ke rumah hingga memiliki pelanggan sendiri di Samarinda dan dikenal dengan julukan Lili Kuku. Kini, perempuan yang akrab disebut Yustin Si Plupa mengembangkan bisnis perlengkapan tidur di bawah brand Land Brothers.

Usahanya bermula dari bed cover yang ia beli setelah menemukan bahan yang menurutnya lebih lembut dan nyaman. Perjalanan Yustin sebagai pengusaha dimulai setelah lulus SMK jurusan Sekretaris. Ia sempat belajar makeup, potong rambut, dan nail art. Yustin memilih merintis usaha sendiri dibanding bekerja di kantor.

Baca Juga: Bukan Sekadar Diskon, Ini Rahasia Hotel Platinum Bikin Pelanggan Betah Balik Lagi

Dia mengawali usaha di Balikpapan, sebelum kemudian berpindah ke Samarinda. Perbedaan respons pelanggan di dua kota itu membuatnya memilih menetap di Samarinda. “Aku merasa peluangnya lebih besar di Samarinda. That’s why merantau lah waktu itu ke Samarinda,” ujarnya.

Usaha nail art itu berlangsung hingga belasan tahun sampai menikah. Hingga sekitar 2018, pengalaman pribadi saat membeli bed cover menjadi titik awal bisnis yang kini berkembang. Saat itu, Yustin menemukan bed cover dengan bahan yang menurutnya lebih lembut dan dingin dibanding yang biasa digunakan sebelumnya.

PERMINTAAN: Yustin menunjukkan bantal kuwil yang awalnya dibuat berdasarkan permintaan seorang pelanggan untuk anaknya. Setelah mendapat respons yang baik dari pelanggan lain, bantal tersebut kemudian dikembangkan menjadi salah satu produk Bedcover Susah Bangun. NASYA/KP
PERMINTAAN: Yustin menunjukkan bantal kuwil yang awalnya dibuat berdasarkan permintaan seorang pelanggan untuk anaknya. Setelah mendapat respons yang baik dari pelanggan lain, bantal tersebut kemudian dikembangkan menjadi salah satu produk Bedcover Susah Bangun. NASYA/KP

Dari pengalaman itu, muncul keinginan agar pelanggan juga merasakan kenyamanan yang sama. “Aku tipe orang yang menjual barang yang aku suka. Barang yang menurut aku bagus baru aku mau jual,” katanya.

Percaya diri, Yustin coba stok 10 bed cover untuk dijual. Responnya bagus, stok bertambah dari puluhan hingga ratusan, seiring pelanggan mulai mencoba dan merekomendasikannya. Nama “Bedcover Susah Bangun” pun lahir dari komentar pelanggan yang merasa terlalu nyaman setelah menggunakan bed cover tersebut.

Baca Juga: Diskon Besar Bukan Jaminan Pelanggan Jadi Setia, Ini Kunci Bisnis Bertahan

Bagi Yustin, kebutuhan pelanggan kemudian menjadi bagian penting dalam mengembangkan produknya. Ukuran kasur yang berbeda, permintaan perlengkapan tidur anak hingga berbagai bentuk bantal justru menjadi ide untuk melahirkan produk baru. “Tentunya coba menghadirkan apa yang dibutuhkan, kalau custom-custom gitu aku pasti terima,” ujar Yustin.

Prinsip itu pula yang kemudian membuat bisnisnya berkembang ke berbagai produk lain. Yustin tidak hanya menjual bed cover, tetapi juga menghadirkan berbagai jenis bantal dan selimut dengan fungsi yang disesuaikan kebutuhan. Beberapa produk bahkan lahir dari permintaan pelanggan.

Ketika ada pelanggan yang membutuhkan bed cover untuk ukuran ranjang yang tidak umum, Yustin menerima permintaan custom. Ada pula pelanggan yang meminta perlengkapan tidur untuk bayi, anak-anak, hingga alas untuk hewan peliharaan.

Dari permintaan-permintaan tersebut, sejumlah produk kemudian dikembangkan menjadi stok. “Ada juga yang memang aku buat dari kebutuhanku, kemudian aku posting. Eh, ternyata banyak yang mau, ada yang jadi nambah lagi jadi item di produk di Susah Bangun,” katanya.

Salah satu yang lahir dari kreasinya tersebut ialah bantal berbentuk V atau bantal Boomerang. Produk itu dibuat Yustin setelah memikirkan posisi tubuh saat tidur di mobil maupun ketika membutuhkan sandaran.

Menurutnya, bentuk tersebut membuat bantal tidak hanya berfungsi sebagai penyangga kepala, tetapi juga bisa digunakan untuk menopang pinggang, lutut, hingga menjadi sandaran ketika bekerja.

Produk lain seperti bantal kuwil juga berawal dari permintaan seorang pelanggan yang memiliki anak dengan kebiasaan tertentu sebelum tidur. Yustin awalnya hanya membuatkan satu sesuai permintaan. Setelah dipublikasikan, pelanggan lain ikut tertarik.

Baca Juga: Wagub Seno Aji Tegaskan Jalan Ujoh Bilang-Long Apari Jadi Prioritas Pemprov Kaltim

Begitu pula dengan produk untuk anak-anak. Yustin melihat kebutuhan berbeda antara bayi dan anak yang mulai besar. Karena itu, ia menyediakan perlengkapan dengan ukuran dan bentuk yang disesuaikan. Bagi Yustin, mendengarkan pelanggan bukan sekadar strategi pemasaran. Ia ingin produk yang dijualnya benar-benar memiliki alasan untuk hadir.

Hal itu juga berkaitan dengan prinsipnya dalam memilih barang yang akan dijual. Prinsip tersebut yang menurut Yustin terus dijaga hingga sekarang. Ia percaya pelanggan akan kembali jika apa yang disampaikan penjual sesuai dengan pengalaman ketika menggunakan produk.

Setidaknya saat ini selain bed cover yang jadi andalan, ada 5 produk bantal, 3 selimut, set baby, dan kantong Bobo dewasa dengan harga yang bervariasi mulai dari ratusan ribu hingga jutaan dengan berbagai kualitas dengan 3 grade kualitas premium dari bahan serat bambu, dan busa dari bulu angsa.

Baca Juga: Digitalisasi Perbankan Makin Ngebut, CIMB Niaga Tetap Pertahankan Layanan Tatap Muka

Kini, Yustin telah memiliki ruko di Jalan Ade Irma Suryani, Samarinda. Penjualannya pun tidak lagi hanya menyasar pelanggan di Samarinda. Produk telah melanglang buana ke berbagai daerah, mulai dari sejumlah kota di Kalimantan hingga Sulawesi, Jawa, Bali, Sumatera, dan Nusa Tenggara Timur.

Untuk penjualan, Yustin menyebut produk bed cover saja dapat terjual puluhan hingga ratusan unit dalam sebulan. Saat periode Lebaran, penjualannya bahkan bisa menembus lebih dari 100 unit. Belum lagi produk lainnya seperti bantal dan selimut.

Di balik perkembangan itu, Yustin tetap melihat dirinya sebagai orang yang senang berdagang dan mencoba sesuatu yang ia sukai. Ia tidak ingin terpaku pada satu jenis usaha. “Aku suka berdagang, aku suka menjual apa yang aku suka,” katanya.

Bagi Yustin, hasil dari usaha bukan semata soal angka penjualan. Salah satu hal yang paling ia rasakan adalah kemampuan untuk memenuhi kebutuhannya sendiri dari penghasilan yang ia hasilkan. “Aku bisa membeli apa yang aku mau tanpa minta suami,” ujarnya.

Kini, Yustin masih membuka kemungkinan untuk mengembangkan berbagai produk lain. Namun, satu prinsip yang tetap ia pegang yakni barang yang dijual harus lebih dulu ia sukai dan yakini kualitasnya. Untuk itu selain menjual perlengkapan tidur, dia juga menjual beberapa camilan dan minuman yang dia percaya itu enak pantas untuk dijual.

Sebab, bagi Yustin, kepercayaan pelanggan tidak cukup dibangun dari promosi. Ia harus dimulai dari keyakinan penjual terhadap barang yang ditawarkan. (*)

Editor : Nugroho Pandu Cahyo
Bed Cover Susah Bangun Yustina Yuliani Bisnis Samarinda bed cover UMKM Samarinda