Penumpang Kapal Dalam Negeri di Kaltim Anjlok 30 Persen pada Agustus

Raden Roro Mira Budi Asih • Dipublikasikan Kamis, 8 Oktober 2026 | 17:07 WIB
TURUN: Penumpang kapal di Kaltim merosot 30,17 persen pada Agustus dibanding bulan sebelumnya.
TURUN: Penumpang kapal di Kaltim merosot 30,17 persen pada Agustus dibanding bulan sebelumnya.

KALTIMPOST.ID, SAMARINDA – Aktivitas angkutan laut dalam negeri di Kalimantan Timur (Kaltim) mengalami penurunan cukup tajam pada Agustus 2026. Badan Pusat Statistik (BPS) Kaltim mencatat jumlah penumpang hanya 48.032 orang, merosot 30,17 persen dibandingkan Juli yang mencapai 68.787 orang.

Penurunan terjadi di seluruh pelabuhan yang menjadi titik keberangkatan penumpang. Pelabuhan Samarinda mencatat penurunan paling dalam sebesar 35,85 persen, disusul Pelabuhan Bontang-Lhok Tuan 31,06 persen dan Pelabuhan Semayang Balikpapan sebesar 28,40 persen.

Kondisi tersebut membuat jumlah penumpang angkutan laut pada Agustus lebih rendah dibandingkan bulan sebelumnya. “Kalau dilihat secara bulanan, memang terjadi penurunan jumlah penumpang di seluruh pelabuhan,” beber Kepala BPS Kaltim Mas’ud Rifai. 

Dari total penumpang Agustus, Pelabuhan Semayang masih mendominasi dengan 34.741 orang atau 72,33 persen. Berikutnya Pelabuhan Samarinda sebanyak 9.131 orang atau 19,01 persen dan Pelabuhan Bontang-Lhok Tuan sebanyak 4.160 orang atau 8,66 persen.

Meski turun secara bulanan, kinerja angkutan laut dalam negeri sepanjang tahun masih menunjukkan pertumbuhan. "Pada periode Januari-Agustus 2026, jumlah penumpang mencapai 458.981 orang, meningkat 17,57 persen dibandingkan periode yang sama pada 2025," lanjutnya.

Pertumbuhan kumulatif tersebut terjadi di seluruh pelabuhan. Semayang menjadi penyumbang kenaikan terbesar secara persentase, yakni 21,26 persen, dari 289.070 penumpang menjadi 350.536 penumpang.

Pelabuhan Samarinda menyusul dengan pertumbuhan 14,43 persen, dari 91.479 menjadi 104.683 penumpang. Sementara Bontang-Lhok Tuan tumbuh 2,17 persen, dari 50.693 menjadi 51.794 penumpang.

Mas’ud menilai, meski terjadi kontraksi pada Agustus, perkembangan secara kumulatif menunjukkan pergerakan penumpang angkutan laut sepanjang tahun masih lebih tinggi dibandingkan tahun sebelumnya. (*)

Editor : Ismet Rifani
Mas’ud Rifai penumpang kapal anjlok BPS KALTIM