BAKTI Bantu Mentawir Tumbuh, Dari Sinyal Gubuk Bukit ke Pembelajaran Berbasis Layar Interaktif

Dina Angelina • Dipublikasikan Jumat, 16 Oktober 2026 | 19:25 WIB
TEKNOLOGI: Siswa SD 007 Sepaku memanfaatkan fasilitas layar interaktif berbasis internet dalam kegiatan belajar mengajar. Kehadiran jaringan internet gratis BAKTI Kominfo memungkinkan sekolah ini menyelenggarakan ANBK mandiri dan menerapkan pembelajaran digital.
TEKNOLOGI: Siswa SD 007 Sepaku memanfaatkan fasilitas layar interaktif berbasis internet dalam kegiatan belajar mengajar. Kehadiran jaringan internet gratis BAKTI Kominfo memungkinkan sekolah ini menyelenggarakan ANBK mandiri dan menerapkan pembelajaran digital.

KALTIMPOST.ID - Selama lebih dari satu dekade, kata "internet" adalah barang langka bagi SD 007 Sepaku di Kelurahan Mentawir, Penajam Paser Utara (PPU). Berada di kawasan terpencil dengan kendala blank spot, satuan pendidikan yang menampung 45 siswa ini harus bersusah payah demi mendapatkan koneksi internet.​ Namun, potret ketimpangan digital itu kini berubah drastis.

Kehadiran program bantuan Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) melalui layanan AKSI dari Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kementerian Kominfo) menjadi titik balik yang mengakhiri isolasi sinyal di sekolah tersebut.

​Sebelum intervensi pemerintah pusat masuk pada 2022, perjuangan para guru dan murid untuk sekadar mengirim data atau melaksanakan ujian berbasis daring terbilang ekstrem. Pilihan yang ada hanyalah berjalan kaki menuju area perbukitan sejauh lima kilometer dari sekolah.

​"Kecuali naik ke gunung dan duduk di gubuk. Itu juga tidak 100 persen, kadang hilang-hilang dan harus mencari spot," kenang Kepala SD 007 Sepaku, Ali Safri.

Baca Juga: Menavigasi "Gelombang" Inflasi di Kukar: Ketika Dapur jadi Ruang Krisis dan Solidaritas Sosial

​Bahkan ketika Asesmen Nasional Berbasis Komputer (ANBK) digelar, pihak sekolah tidak punya pilihan selain membawa para siswa menumpang di SMPN 20 Penajam Paser Utara (PPU) yang berjarak 10 kilometer.

AKSES: Sejumlah siswa SD 007 Sepaku harus berjalan kaki ke area perbukitan demi mendapatkan koneksi internet, sebelum adanya bantuan jaringan selama lebih dari satu dekade. Pemandangan ini kini tak lagi terlihat di lingkungan sekolah seiring terpasangnya akses internet gratis dari program BAKTI Kominfo sejak 2022.
AKSES: Sejumlah siswa SD 007 Sepaku harus berjalan kaki ke area perbukitan demi mendapatkan koneksi internet, sebelum adanya bantuan jaringan selama lebih dari satu dekade. Pemandangan ini kini tak lagi terlihat di lingkungan sekolah seiring terpasangnya akses internet gratis dari program BAKTI Kominfo sejak 2022.

​Upaya mandiri pernah ditempuh. Para guru sempat bergotong royong membeli modem komersial dengan paket data patungan. Namun, topografi wilayah membuat hasilnya jauh dari optimal.

Sementara itu, mengadopsi teknologi satelit mandiri seperti Starlink berada di luar jangkauan kemampuan finansial sekolah. Biaya langganan bulanan yang tinggi tak sanggup ditopang oleh operasional sekolah dengan jumlah peserta didik yang relatif sedikit.

​Di tengah kebuntuan tersebut, program BAKTI AKSI Kominfo hadir sebagai solusi yang pas dan berkeadilan. Pada 2022, sebuah antena pemancar satelit resmi dipasang tepat di halaman depan sekolah.

Baca Juga: Mengurai Alur dan Transparansi Dana Karbon Bank Dunia di Kaltim, Mengalir ke Mana Saja?

Bantuan ini tak sekadar menyediakan pemancar, tetapi juga menanggung penuh seluruh biaya operasional akses internet nirkabel (Wi-Fi) bagi seluruh warga sekolah. ​"Sekarang kami gunakan lancar, alhamdulillah sudah bisa terbantu. Terutama untuk siswa dalam belajar mengajar," kata Ali.

​Hadirnya infrastruktur BAKTI Kominfo tidak hanya menyelesaikan masalah sinyal, tetapi mentransformasi sistem pembelajaran di SD 007 Sepaku. Dalam pelaksanaan ulangan semester, sekolah kini memanfaatkan Google Form agar efisien.

Yang paling krusial, pelaksanaan ANBK kini dapat diselenggarakan secara mandiri tanpa harus memboyong siswa ke sekolah lain.

​Tak berhenti pada administrasi dan ujian, keberadaan koneksi Wi-Fi gratis dari BAKTI turut membuka pintu modernisasi kelas. Guru dan siswa kini sudah terbiasa memanfaatkan perangkat smart TV hingga layar interaktif dalam proses KBM harian, serta memperlancar pemutakhiran Data Pokok Pendidikan (Dapodik).

“Kami berharap bantuan ini terus berjalan, tidak terhenti untuk mendukung aktivitas siswa,” tutupnya. ​Bagi SD 007 Sepaku, bantuan internet BAKTI Kominfo bukan sekadar pemasangan alat telekomunikasi.

Melainkan wujud nyata kehadiran negara dalam meratakan keadilan akses pendidikan digital hingga ke pelosok negeri. Serta menemani pertumbuhan siswa untuk masa depan yang lebih baik.

MERATA: Antena pemancar satelit program BAKTI AKSI Kominfo yang terpasang di lapangan SD 007 Sepaku. Bantuan internet nirkabel gratis dari pemerintah ini berhasil membebaskan sekolah terpencil tersebut dari blank spot sejak 2022.
MERATA: Antena pemancar satelit program BAKTI AKSI Kominfo yang terpasang di lapangan SD 007 Sepaku. Bantuan internet nirkabel gratis dari pemerintah ini berhasil membebaskan sekolah terpencil tersebut dari blank spot sejak 2022.

BAKTI KOMDIGI LANJUT PENANGANAN 'BLANK SPOT' MULAI 2027

Badan Aksesibilitas Telekomunikasi dan Informasi (BAKTI) Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) merespons positif usulan penanganan wilayah tanpa sinyal (blank spot) di Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU).

​Kepala Bidang Aplikasi Informatika dan Persandian Diskominfo PPU, Fitriani, menjelaskan bahwa usulan tersebut disampaikan secara langsung dalam audiensi di Jakarta pada Agustus 2026 dan hingga kini berlanjut melalui koordinasi secara daring.

Baca Juga: Aksi Pelaku Curanmor Modus Loker Facebook Berakhir di Tenggarong, Polres Kubar Amankan Tersangka

​“Alhamdulillah, mereka merespons usulan dan masuk dalam program prioritas pada Tahun Anggaran 2027. Total dari 20 titik, ada 7 titik yang sudah ditindaklanjuti atau disetujui oleh BAKTI,” ujar Fitriani.

​Beberapa wilayah yang telah disetujui antara lain Desa Sumber Sari dan dua titik di Desa Rintik untuk Kecamatan Babulu, Desa Karang Jinawi dan Desa Bumi Harapan di Kecamatan Sepaku, serta Desa Sidorejo dan Desa Giripurwa di Kecamatan Penajam. Sementara itu, titik usulan lainnya masih dalam proses verifikasi data.

​Adapun total 20 titik blank spot yang diajukan tersebar di sembilan wilayah, meliputi Kelurahan Mentawir, Desa Karang Jinawi, dan Desa Telemow di Kecamatan Sepaku; Desa Giripurwa dan Desa Bukit Subur di Kecamatan Penajam; serta Desa Rintik, Desa Labangka Barat, Desa Sumber Sari, dan Desa Sidorejo di Kecamatan Babulu.

​Fitriani mengungkapkan, usulan pembangunan menara Base Transceiver Station (BTS) dari Komdigi saat ini masih menghadapi kendala regulasi dan efisiensi anggaran selama dua tahun ke depan.

Sebagai langkah antisipasi, pemerintah pusat membantu menyediakan akses internet berbasis satelit. “Sementara ini bantuan yang diberikan Komdigi kemungkinan dalam bentuk pinjam pakai satelit lagi,” jelasnya.

​Selain program BAKTI, beberapa titik di PPU telah memanfaatkan bantuan perangkat internet satelit Starlink. Salah satunya ditempatkan di SD Negeri 007 Sepaku, Kelurahan Mentawir, untuk menunjang kelancaran pelaksanaan ujian berbasis daring.

​Saat ini, Diskominfo PPU tengah melakukan verifikasi data lapangan untuk memetakan seluruh titik kebutuhan internet publik, khususnya pada sektor pendidikan,  pelayanan kesehatan, dan pelayanan publik lainnya.

Baca Juga: Akhirnya, 658 Siswa Madrasah di PPU Kebagian Kartu Penajam Cerdas

Pihaknya bersyukur atas terbukanya peluang bantuan pusat di tengah keterbatasan anggaran daerah.​“Insyaallah pada 2027 langsung kami laksanakan saat bantuan sudah masuk. Penanganan blank spot saat ini sudah ditangani dan disetujui Komdigi. Kami tinggal menunggu informasi progres lanjutan, mungkin dalam bulan ini,” tutupnya. (*)

Editor : Nugroho Pandu Cahyo
BAKTI Kominfo SD 007 Sepaku transformasi digital blank spot pendidikan Kaltim