Jelang Nataru, Penyaluran Beras SPHP Kaltim Capai 90 Persen

Raden Roro Mira Budi Asih • Dipublikasikan Rabu, 4 November 2026 | 07:38 WIB
Sebagai bagian dari menjaga keterjangkauan harga, penyaluran beras SPHP hingga Oktober capai 90 persen untuk menjaga penguatan pasokan pangan jelang Nataru. (RAMA/KALTIM POST)
Sebagai bagian dari menjaga keterjangkauan harga, penyaluran beras SPHP hingga Oktober capai 90 persen untuk menjaga penguatan pasokan pangan jelang Nataru. (RAMA/KALTIM POST)

 
KALTIMPOST.ID, SAMARINDA – Penguatan pasokan pangan di Kalimantan Timur (Kaltim) terus dilakukan menjelang Natal dan Tahun Baru (Nataru). Salah satu langkahnya melalui Gerakan Pangan Murah (GPM) yang sepanjang Oktober 2026 telah menjangkau tujuh kabupaten/kota.

Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPw BI) Kaltim Jajang Hermawan menjelaskan, GPM telah dilaksanakan di Samarinda, Berau, Kutai Kartanegara, Bontang, Kutai Barat, Kutai Timur, dan Mahakam Ulu.

Kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) dalam menjaga keterjangkauan harga pangan. Selain itu, penguatan pasokan juga dilakukan melalui penyaluran beras Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP).

Baca Juga: Alat Sadap Polri Bernilai Triliunan Rupiah, Sistem LIMS Diduga Digunakan untuk Sadap Prabowo

"Penyaluran beras SPHP hingga Oktober 2026 telah mencapai sekitar 90 persen dari target," beber Jajang.

Upaya lainnya dilakukan dengan memanfaatkan teknologi pertanian modern untuk meningkatkan produksi pangan. Peningkatan kapasitas produksi diharapkan dapat menjaga ketersediaan berbagai komoditas di Kaltim.

Ke depan, sinergi pengendalian inflasi akan terus diperkuat melalui Gerakan Pengendalian Inflasi dan Pangan Sejahtera (GPIPS) serta berbagai langkah antisipasi untuk menghadapi peningkatan kebutuhan masyarakat menjelang Nataru. (*)

Editor : Ery Supriyadi
Beras SPHP Kaltim gerakan pangan murah nataru 2026 Pengendalian Inflasi Daerah Bank Indonesia Kaltim