Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Fabian Hurzeler: Pelatih Termuda yang Siap Mengubah Peta Persaingan Liga Inggris Bersama Brighton

Dwi Puspitarini • Senin, 26 Agustus 2024 | 07:06 WIB

 

Fabian Hurzeler, pelatih termuda di Liga Inggris yang mencuri perhatian dengan gaya permainan modernnya.
Fabian Hurzeler, pelatih termuda di Liga Inggris yang mencuri perhatian dengan gaya permainan modernnya.

 

KALTIMPOST.ID, Ketika Brighton and Hove Albion harus berpisah dengan Graham Potter yang hijrah ke Chelsea, banyak yang berpikir bahwa klub pesisir Inggris ini akan kesulitan menemukan pelatih yang mampu melanjutkan tren positif.

Namun, Brighton justru membuat langkah berani dengan menunjuk Fabian Hurzeler, pelatih muda asal Jerman yang baru berusia 31 tahun, sebagai arsitek baru mereka.

Fabian Hurzeler bukanlah nama yang asing di dunia sepak bola Eropa, meskipun usianya masih terbilang sangat muda untuk ukuran seorang pelatih di level top.

Lahir di Amerika Serikat pada 26 Februari, Hurzeler memiliki perjalanan karier yang unik. Sebagai mantan pemain muda Bayern Muenchen, ia memutuskan untuk menggantung sepatu pada usia 23 tahun bukan karena cedera, tetapi karena ia merasa panggilannya ada di sisi lapangan, bukan di atasnya.

Langkah berani ini membawa Hurzeler ke jalur kepelatihan yang cepat menanjak. Mengawali karier sebagai player-manager di FC Pipinsried, Hurzeler kemudian melanjutkan kiprahnya sebagai pelatih tim junior Jerman U-18 dan U-20.

Namun, titik balik kariernya terjadi ketika ia bergabung dengan St Pauli sebagai asisten pelatih pada tahun 2020, sebelum akhirnya mengambil alih sebagai pelatih utama pada tahun 2022.

Di bawah komando Hurzeler, St Pauli berhasil promosi ke Bundesliga, sebuah prestasi yang membuatnya menjadi incaran klub-klub besar Eropa.

Brighton, yang dikenal dengan pendekatan inovatif dan berani dalam memilih pelatih, tak ragu untuk memberikan kesempatan kepada Hurzeler untuk membuktikan diri di Premier League.

Hurzeler membawa pendekatan taktis yang segar ke Brighton. Ia dikenal dengan filosofi permainan yang modern, mengandalkan penguasaan bola yang kuat dan serangan yang tajam dari sisi sayap.

Gaya permainan ini sangat cocok dengan materi pemain Brighton, yang memiliki talenta-talenta cepat dan eksplosif seperti Kaoru Mitoma, Yakuba Minteh, dan Simon Adingra.

Dalam dua laga awal Premier League musim 2024/2025, pendekatan Hurzeler langsung membuahkan hasil.

Brighton berhasil mencatatkan kemenangan impresif, termasuk kemenangan mengejutkan atas Manchester United.

Dalam laga tersebut, Danny Welbeck dan Joao Pedro menjadi pencetak gol yang membawa Brighton unggul, sementara serangan sayap mereka terus meneror pertahanan lawan.

Kemenangan atas Manchester United ini bukan hanya soal tiga poin, tetapi juga pernyataan bahwa Brighton di bawah Hurzeler bukanlah tim yang bisa dianggap enteng.

Meski masih muda, Hurzeler telah menunjukkan kedewasaan taktis yang luar biasa. Keberhasilannya mengalahkan tim sekelas Manchester United menjadi bukti bahwa ia memiliki potensi besar untuk menjadi salah satu pelatih top dunia.

Fabian Hurzeler mungkin baru memulai petualangannya di Premier League, tetapi tanda-tanda awal menunjukkan bahwa ia bisa membawa Brighton ke level yang lebih tinggi.

Dengan musim yang masih panjang, dunia sepak bola Inggris mungkin akan melihat lebih banyak kejutan dari pelatih muda ini.

Brighton and Hove Albion, di bawah arahan Hurzeler, siap menjadi kekuatan baru yang mengubah peta persaingan di Premier League. (*)

Editor : Dwi Puspitarini
#Fabian Hurzeler #brighton and hove albion #Pelatih Termuda Liga Inggris #sepak bola #mantan pemain muda Bayern Muenchen