KALTIMPOST.ID, LONDON-Raheem Sterling mengalami periode sulit sejak bergabung dengan Arsenal. Pemain timnas Inggris itu didatangkan dari Chelsea dengan status pinjaman pada hari terakhir bursa transfer musim panas lalu. Banyak yang menilai transfer ini sebagai langkah cerdas The Gunners, tetapi kenyataannya tidak sesuai harapan.
Dalam beberapa bulan terakhir, Sterling kerap mendapat kritik tajam atas performanya. Kini, hampir pasti bahwa pemain berusia 30 tahun itu akan dikembalikan ke Chelsea setelah musim ini berakhir.
Arteta Beberkan Alasan Sterling Jarang Dimainkan
Sepanjang musim panas lalu, Arsenal mencari pemain sayap baru. Mikel Arteta sebenarnya mengincar Nico Williams dari Athletic Bilbao, tetapi transfer itu tidak terwujud. Hingga hari terakhir bursa, Arsenal akhirnya mengambil peluang untuk mendatangkan Sterling.
Banyak yang sempat optimistis karena Arteta pernah bekerja dengan Sterling di Manchester City. Namun, dalam konferensi pers terbaru, Arteta mengisyaratkan bahwa sejak awal, Arsenal memang tidak berencana menjadikannya pemain inti.
"Membandingkan situasi sekarang dengan masa lalunya di City sangat sulit," ujar Arteta, dikutip dari HaytersTV. "Di sana, dia bermain hampir setiap menit dalam setiap kompetisi. Sejak datang ke Arsenal, itu tidak lagi terjadi. Kami semua sudah tahu sejak awal bahwa dia tidak akan mendapatkan menit bermain yang sama."
Peluang Langka di Tengah Krisis Cedera
Sterling sejatinya bukan pilihan utama Arsenal musim ini. Jika semua pemain dalam kondisi fit, ia kemungkinan besar hanya menjadi cadangan. Namun, cederanya Gabriel Martinelli, Bukayo Saka, Kai Havertz, dan Gabriel Jesus membuatnya mendapat kesempatan tampil lebih sering.
Sayangnya, Sterling gagal memanfaatkannya. Dalam laga melawan Leicester City pekan lalu, performanya dinilai sangat buruk. Pemain 30 tahun itu pun diharapkan bisa segera bangkit dan membuktikan kualitasnya dalam beberapa pertandingan ke depan.(*)
Editor : Thomas Dwi Priyandoko