KALTIMPOST.ID, Timnas Indonesia U-22 dihadapkan pada skenario paling sulit di laga penentuan Grup C SEA Games 2025 melawan Myanmar.
Bukan sekadar menang, ‘Garuda Muda’ harus menang dengan skor minimal 3-0. Beban ini memaksa Pelatih Kepala, Indra Sjafri, melakukan ‘perjudian’ taktis yang besar!
Posisi Timnas Indonesia U-22 saat ini bisa dibilang terjepit. Setelah kejutan kekalahan 0-1 dari Filipina di laga perdana, juara bertahan ini terdampar di peringkat kedua Grup C dengan selisih gol minus satu (-1).
Sementara itu, tiket ke semifinal dari jalur peringkat kedua terbaik sementara dipegang oleh Malaysia dengan selisih gol positif satu (+1).
Indonesia harus menang minimal dengan selisih tiga gol. Misalnya, skor 3-0, 4-1, 5-2, dan seterusnya.
Hanya dengan selisih tiga gol, selisih gol Indonesia akan menjadi (+2) dan mampu menggeser posisi Malaysia.
Tuntutan untuk mencetak banyak gol ini menjadi harga mati bagi skuad asuhan Indra Sjafri.
Sorotan tajam mengarah pada strategi yang digunakan Coach Indra saat melawan Filipina: tiga bek di lini pertahanan (Kadek Arel, Muhammad Ferarri, Dion Markx).
Formasi ini ternyata tidak berjalan mulus. Indonesia justru terlihat kehilangan opsi saat membangun serangan dan sirkulasi bola kurang lancar. Ini adalah hal yang fatal, terutama ketika tim dituntut untuk mendominasi.
Namun, di tengah pertandingan, sebuah perubahan krusial terjadi. Saat gelandang serang Tony Firmansyah masuk menggantikan Dion Markx di menit ke-58, pola serangan ‘Garuda Muda’ langsung membaik!
Serangan lebih tajam, sirkulasi bola lebih lancar, dan beberapa situasi berbahaya lahir di depan gawang lawan.
Mengutip laporan yang beredar, Indra Sjafri diprediksi akan merombak total skema bermain dari tiga bek kembali ke empat bek (misalnya 4-2-3-1) demi mencapai target minimal tiga gol.
Prediksi Susunan Pemain
Demi memuluskan misi serangan total sejak menit awal, susunan pemain diprediksi akan menampilkan kombinasi pemain berpengalaman dan winger cepat yang siap membombardir pertahanan Myanmar.
Duo bek tengah senior, Muhammad Ferarri dan Kadek Arel, akan mengawal gawang Cahya Supriadi.
Sementara peran sentral ada di dua bek sayap, Dony Tri Pamungkas dan Raka Cahyana, yang akan bertugas ganda: bertahan sekaligus menjadi opsi serangan dari sayap.
Di lini tengah, Ivar Jenner dan Rivaldo Pakpahan menjadi jenderal lapangan tengah. Namun, yang paling menarik adalah kehadiran Tony Firmansyah di lini serang, ditopang kecepatan Rafael Struick dan Rayhan Hannan, untuk memanjakan striker utama, Mauro Zijlstra.
Prediksi Susunan Pemain (4-2-3-1): Cahya Supriadi (GK), Muhammad Ferarri, Kadek Arel, Dony Tri Pamungkas, Raka Cahyana, Rivaldo Pakpahan, Ivar Jenner, Tony Firmansyah, Rafael Struick, Rayhan Hannan, Mauro Zijlstra.
Walau tertekan, ‘Garuda Muda’ punya sejarah bagus melawan Myanmar. Dalam tiga pertemuan terakhir di SEA Games (2017, 2019, 2023), Indonesia selalu menang, bahkan mencatatkan kemenangan besar 5-0 pada edisi 2023. ***
Editor : Dwi Puspitarini