KALTIMPOST.ID, JAKARTA — Aktivis 1998 Rustam Effendi menuding Eggi Sudjana sebagai tokoh utama di balik polemik ijazah Presiden ke-7 RI Joko Widodo yang bergulir selama bertahun-tahun. Ia menegaskan sosok yang dimaksud bukan mantan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono maupun Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan.
Pernyataan itu disampaikan Rustam sebelum menjalani pemeriksaan di Polda Metro Jaya, Kamis, 22 Januari 2026. Rustam saat ini berstatus tersangka dalam perkara dugaan penyebaran tudingan ijazah palsu Jokowi.
“Orang besar itu ada. Bukan SBY, bukan PDIP. Yang saya maksud adalah Eggi Sudjana,” kata Rustam di hadapan wartawan. Ia menyebut Eggi berada dalam lingkaran TPUA dan berperan aktif sejak awal proses yang kini berujung perkara hukum.
Menurut Rustam, isu tersebut tidak muncul secara spontan, melainkan dijalankan secara sistematis dalam waktu lama. Ia mengklaim mengetahui langsung dinamika di internal kelompok yang selama ini mempersoalkan keabsahan ijazah Jokowi.
Rustam juga mengatakan dirinya datang bersama sejumlah tokoh TPUA untuk menunjukkan solidaritas kepada Roy Suryo, Rismon Sianipar, serta Dokter Tifa yang turut terseret dalam kasus serupa. Ia tetap bersikukuh bahwa ijazah Jokowi tidak sah dan dibuat oleh pihak tertentu, meski klaim itu telah berulang kali dibantah dalam proses hukum.
Kasus dugaan pencemaran nama baik terkait tudingan ijazah palsu Jokowi terus bergulir di kepolisian. Sejumlah pihak telah diperiksa, sementara dokumen ijazah yang disengketakan masih berada dalam pengamanan aparat penegak hukum.
Editor : Uways Alqadrie