KALTIMPOST.ID - Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS) resmi mengeluarkan putusan penting terkait kasus tujuh pemain diaspora yang sempat membela Timnas Malaysia. Dalam keputusan terbarunya, CAS membatalkan sanksi skors 12 bulan yang sebelumnya dijatuhkan FIFA.
Tujuh pemain tersebut adalah Rodrigo Holgado, Imanol Machuca, dan Facundo Garcés asal Argentina; Gabriel Felipe Arrocha serta Jon Irazabal dari Spanyol; Joao Figueiredo (Brasil); dan Hector Hevel (Belanda). Dengan putusan ini, seluruh pemain dinyatakan bebas dari hukuman.
Keputusan CAS langsung berdampak pada karier para pemain. Facundo Garcés, misalnya, kini kembali bisa memperkuat Deportivo Alavés di kompetisi LaLiga Spanyol tanpa hambatan regulasi.
Sebelumnya, FIFA menjatuhkan sanksi kepada ketujuh pemain itu karena dugaan pemalsuan dokumen kewarganegaraan. Dugaan tersebut mencuat setelah mereka tampil membela Malaysia saat menghadapi Vietnam pada putaran ketiga Kualifikasi Piala Asia 2027, Juni tahun lalu.
Namun, seperti dilansir TyC Sports, CAS menilai tidak cukup bukti kuat untuk mempertahankan hukuman tersebut. Putusan ini sekaligus menjadi angin segar bagi Harimau Malaya yang sempat diterpa kontroversi panjang terkait pemain naturalisasi.
Kasus ini pun berpotensi memengaruhi kebijakan FIFA dan federasi sepak bola nasional dalam menilai proses naturalisasi pemain di masa mendatang.
Baca Juga: BBPJN Awasi Perbaikan Fender Jembatan Mahakam I, Nilai Kerusakan Belum Diungkap
resmi mengeluarkan putusan penting terkait kasus tujuh pemain diaspora yang sempat membela Timnas Malaysia. Dalam keputusan terbarunya, CAS membatalkan sanksi skors 12 bulan yang sebelumnya dijatuhkan FIFA.
Tujuh pemain tersebut adalah Rodrigo Holgado, Imanol Machuca, dan Facundo Garcés asal Argentina; Gabriel Felipe Arrocha serta Jon Irazabal dari Spanyol; Joao Figueiredo (Brasil); dan Hector Hevel (Belanda). Dengan putusan ini, seluruh pemain dinyatakan bebas dari hukuman.
Keputusan CAS langsung berdampak pada karier para pemain. Facundo Garcés, misalnya, kini kembali bisa memperkuat Deportivo Alavés di kompetisi LaLiga Spanyol tanpa hambatan regulasi.
Baca Juga: GP Ansor Nilai Program Makan Bergizi Gratis Prabowo Sejalan dengan Alquran dan Pancasila
Sebelumnya, FIFA menjatuhkan sanksi kepada ketujuh pemain itu karena dugaan pemalsuan dokumen kewarganegaraan. Dugaan tersebut mencuat setelah mereka tampil membela Malaysia saat menghadapi Vietnam pada putaran ketiga Kualifikasi Piala Asia 2027, Juni tahun lalu.
Namun, seperti dilansir TyC Sports, CAS menilai tidak cukup bukti kuat untuk mempertahankan hukuman tersebut. Putusan ini sekaligus menjadi angin segar bagi Harimau Malaya yang sempat diterpa kontroversi panjang terkait pemain naturalisasi.
Kasus ini pun berpotensi memengaruhi kebijakan FIFA dan federasi sepak bola nasional dalam menilai proses naturalisasi pemain di masa mendatang. (*)
Editor : Ery Supriyadi