KALTIMPOST.ID, SAMARINDA – Kaltim harus kembali melewatkan kesempatan menyajikan pertandingan internasional untuk masyarakatnya. Menjadi salah satu kandidat tuan rumah pelaksanaan Piala AFF U17 2026, Kaltim dinyatakan belum memenuhi syarat.
Hal yang paling disoroti yakni seputar kelayakan fasilitas stadion yang akan menjadi venue pertandingan. Ada dua stadion yang diusulkan menjadi venue kompetisi kelompok umur level Asia Tenggara tersebut. Yakni Stadion Batakan di Balikpapan dan Stadion Segiri di Samarinda.
Untuk Stadion Batakan, dinyatakan layak dari segala aspek. Namun tidak untuk Stadion Segiri. Mirisnya lagi, kandangnya klub sepak bola profesional Borneo FC Samarinda ini hanya tidak memenuhi syarat di satu aspek.
Yakni tentang kelayakan pencahayaan. Berdasarkan hasil verifikasi dari PSSI dan AFF, tingkat pencahayaan Stadion Segiri hanya mencapai angka 900 lumen. Sementara standar minimal pencahayaan untuk kompetisi level kelompok umur internasional, adalah 1.200 lumen.
Adapun untuk meningkatkan kapasitas lampu, disebut membutuhkan waktu yang tidak sebentar. Sementara, PSSI sudah harus menetapkan lokasi tuan rumah sebelum drawing pada 6 Maret mendatang.
Melihat situasi tersebut, PSSI mengambil langkah realistis dengan menunjuk daerah lain sebagai tuan rumah Piala AFF U17 2026. Yakni Sidoarjo (Stadion Gelora Delta Sidoarjo) dan Gresik (Stadion Gelora Joko Samudro).
“Tentu ini harus jadi perhatian Pemprov Kaltim maupun Pemkot Samarinda agar apa yang kurang ini bisa segera dibenahi,” ucap Sekretaris Jenderal PSSI Pusat Yunus Nusi.
Sebagai orang Kaltim, dia menyayangkan lewatnya momen besar ini. Meski begitu, Yunus tidak “menyerah”. Dia berencana mengupayakan hadirnya event besar lain di Kaltim. “Dengan syarat, yang kurang itu bisa diperbaiki,” tegas Yunus.
Selepas Piala AFF U17, Yunus mengincar agenda internasional lain pada September mendatang. Ajang tersebut diagendakan melibatkan timnas U17 dan U19.
Editor : Rendy Fauzan