KALTIMPOST.ID, SAMARINDA - Pemain muda Borneo FC, Dika Adi Nurdiansyah, mencatatkan debut bersejarah di tim senior pada usia 17 tahun.
Laga tersebut terjadi saat menghadapi Persis Solo. Meski bangga dipercaya tampil, Dika menegaskan dirinya tidak boleh berpuas diri.
Baca Juga: Punya Modal Kuat, Persiba Balikpapan Incar Poin di Markas PSIS Semarang
Momen debut ini menjadi sinyal regenerasi di skuad Pesut Etam.
Keputusan pelatih Fabio Lefundes menurunkan Dika pada menit ke-87 menjadi sorotan. Saat itu, skor masih 0-0.
Lefundes mengakui langkah itu sebagai keputusan berisiko, tetapi dibutuhkan demi kebutuhan taktikal.
Meski tidak terlibat langsung dalam gol kemenangan Borneo FC, performa Dika tetap menuai apresiasi.
Ia dinilai sebagai representasi anak muda yang mau bekerja keras hingga akhirnya mendapatkan kesempatan emas ini.
“Rasanya senang bisa debut di tim senior. Tapi saya tidak boleh berpuas diri. Pelatih bilang saya harus terus bekerja keras,” ujar Dika usai laga.
Lefundes pun mengingatkan pentingnya mentalitas pantang cepat puas.
“Dika pemain potensial, tapi dia tidak boleh merasa puas. Jika cepat puas, debut ini bisa jadi yang pertama sekaligus terakhir baginya,” tegasnya.
Debut Dika menjadi kabar positif bagi Borneo FC yang dikenal gencar mempromosikan talenta muda.
Fans pun menaruh harapan besar agar Dika bisa menjadi bintang masa depan Pesut Etam. (*)
Editor : Ery Supriyadi