Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Bernardo Tavares Dihadapkan Dilema Besar Jelang Putaran Kedua Super League

Dwi Puspitarini • Jumat, 16 Januari 2026 | 09:07 WIB

 

Pelatih Persebaya Surabaya, Bernardo Tavares.
Pelatih Persebaya Surabaya, Bernardo Tavares.

KALTIMPOST.ID, Francisco Rivera mengakhiri putaran pertama Super League 2025/2026 dengan rapor yang sangat kontras.

Di satu sisi, ia adalah pemain paling kreatif di skuad Persebaya Surabaya. Namun di sisi lain, ia memegang rekor disiplin yang buruk.

Dalam 13 pertandingan, Rivera menyumbang 4 gol dan 5 assist. Ia adalah orang yang paling sering mengirim umpan kunci di lapangan.

Namun, ia juga masuk dalam daftar lima besar pemain dengan kartu merah terbanyak musim ini.

Fakta di Balik Kartu Merah Rivera

Rivera sudah mengoleksi dua kartu merah sejauh ini. Jumlah tersebut membuatnya sejajar dengan nama-nama seperti Julian Guevara dan Sho Yamamoto dalam hal pelanggaran berat.

Penyebabnya bukan karena ia malas bertahan. Sebaliknya, Rivera sangat aktif berduel. Masalahnya, agresivitas tersebut sering kali tidak terkendali. Berikut adalah data performa Rivera di putaran pertama:

Fakta bahwa Rivera adalah pemain yang paling sering dilanggar lawan menunjukkan bahwa ia selalu menjadi incaran.

Tekanan fisik dari lawan inilah yang diduga memicu reaksi emosional hingga berujung kartu merah.

 Baca Juga: Persiba Jalani Latihan Jelang Laga Kontra Persiku Kudus Bersama Pelatih Baru Leonard Tupamahu

Strategi Bernardo Tavares

Pelatih Persebaya, Bernardo Tavares, tidak tinggal diam melihat situasi ini. Ia menyadari bahwa kehilangan Rivera di tengah laga akibat kartu merah sangat merusak stabilitas tim.

Tavares menegaskan bahwa ia sedang melakukan analisis mendalam terhadap seluruh pemain, termasuk Rivera.

Ia ingin memastikan setiap pemain mengerti bahwa membela Persebaya bukan hanya soal teknik, tapi juga soal menjaga emosi.

"Penting bagi saya untuk mengetahui karakteristik pemain di sini," ujar Tavares. Ia kini fokus mempelajari rekaman pertandingan untuk mencari tahu mengapa pemain kunci seperti Rivera bisa kehilangan kendali di momen krusial.

 Baca Juga: Persebaya Tak Benar-Benar Libur, Bernardo Tavares Siapkan Sesuatu di Balik Jeda Liga

Ancaman Bagi Persebaya di Putaran Kedua

Secara keseluruhan, Persebaya mengoleksi 30 kartu kuning dan 6 kartu merah di putaran pertama.

Ini adalah angka yang cukup tinggi dan bisa menjadi bumerang bagi tim dalam perburuan gelar juara.

Jika Rivera tidak segera memperbaiki catatan disiplinnya, Persebaya terancam pincang di laga-laga penting putaran kedua.

Tugas besar kini ada di tangan staf pelatih untuk mengubah agresivitas Rivera menjadi energi yang lebih positif tanpa harus keluar lapangan lebih cepat. ***

Editor : Dwi Puspitarini
#Bernardo Tavares #persebaya surabaya #putaran kedua Super League #Francisco Rivera #statistik persebaya #Super League 2025/2026