Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Debut Pemain Asing Baru Persebaya di Stadion Sultan Agung: Akankah 'Brasil Connection' Langsung Nyetel?

Dwi Puspitarini • Minggu, 25 Januari 2026 | 08:54 WIB
Pemain asing baru Persebaya Surabaya, Gustavo Fernandes dan Jefferson da Silva, bersiap menjalani debut saat menghadapi PSIM Yogyakarta di Stadion Sultan Agung Bantul, Minggu (25/1/2026).
Pemain asing baru Persebaya Surabaya, Gustavo Fernandes dan Jefferson da Silva, bersiap menjalani debut saat menghadapi PSIM Yogyakarta di Stadion Sultan Agung Bantul, Minggu (25/1/2026).

KALTIMPOST.ID, Atmosfer panas Stadion Sultan Agung Bantul akan menjadi saksi laga sarat tekanan antara PSIM Yogyakarta vs Persebaya Surabaya, Minggu (25/1/2026).

PSIM Yogyakarta harus memulai fase krusial kompetisi dengan situasi tidak ideal. Pilar utama pertahanan mereka, Franco Ramos Mingo, dipastikan absen akibat kartu merah.

Kehilangan ini memaksa pelatih Jean Paul van Gastel melakukan penyesuaian besar di jantung pertahanan.

Absennya Franco bukan hanya soal teknis, tetapi juga soal kepemimpinan di lini belakang. Bek bernomor punggung empat itu mengakui kekecewaannya karena tak bisa mendampingi tim di laga penting.

“Ini sulit karena saya merasakan banyak emosi. Pertama kebahagiaan, lalu kesedihan, tapi ini sepak bola dan bisa terjadi pada siapa saja,” ungkap Franco Ramos Mingo, dikutip dari JawaPos.com.

Franco juga menyinggung keputusan wasit, namun memilih bersikap dewasa dan menerima konsekuensi.

“Semua orang bisa membuat kesalahan, yang pada akhirnya kita semua adalah manusia,” ujarnya.

Meski absen, Franco menegaskan komitmennya untuk tetap berkontribusi dari balik layar.

“Saya akan merindukan bermain bersama tim di pertandingan berikutnya tapi saya akan berusaha memberikan yang terbaik dalam latihan untuk membantu rekan-rekan tim saya tampil baik saat pertandingan tiba,” tambahnya.

Sebagai solusi darurat, Yusaku Yamadera diprediksi akan berduet dengan Rendra Teddy di jantung pertahanan PSIM.

Duet ini diharapkan mampu meredam agresivitas lini depan Persebaya yang dikenal cepat dan menekan sejak awal.

Berbanding terbalik dengan tuan rumah, Persebaya Surabaya justru datang ke Bantul dengan optimisme tinggi.

Proyek baru racikan Bernardo Tavares mulai terlihat melalui perombakan besar skuad, terutama dengan masuknya pemain asing baru.

Sorotan utama tertuju pada Brasil Connection di lini belakang. Gustavo Fernandes diproyeksikan menjadi palang pintu utama, sementara Jefferson da Silva memberi dimensi baru di sisi kiri pertahanan.

Di lini tengah, Persebaya mempercayakan ritme permainan kepada Pedro Matos, gelandang asal Portugal yang dinilai cocok dengan filosofi permainan Tavares.

Pelatih asal Portugal itu menegaskan pentingnya kedalaman skuad dan keseimbangan permainan.

“Jika ingin memiliki tim yang kuat, setiap posisi harus punya dua atau tiga pemain yang bersaing secara sehat. Kami butuh keseimbangan antara pemain cepat dan pemain yang kuat dalam duel udara,” ungkap Bernardo Tavares, pelatih Persebaya Surabaya.

Di lini depan, Bruno Paraíba diprediksi menjadi tumpuan gol, didukung oleh Bruno Moreira dan Gali Freitas. Kombinasi ini diharapkan mampu memberi efek instan dari proyek anyar yang tengah dibangun.

Secara realistis, pertandingan ini diprediksi berjalan ketat. PSIM harus bertahan dengan komposisi darurat, sementara Persebaya masih dalam fase adaptasi pemain baru.

Tekanan suporter tuan rumah bisa menjadi faktor pembeda, tetapi juga berpotensi menjadi bumerang bila PSIM gagal mengelola emosi sejak awal. ***

Editor : Dwi Puspitarini
#stadion sultan agung bantul #Gustavo Fernandes Persebaya #Brasil Connection Persebaya #pemain asing baru persebaya #Bernardo Tavares Persebaya #Persebaya Surabaya vs PSIM Yogyakarta #PSIM vs Persebaya #Jefferson da Silva Persebaya #debut pemain asing Persebaya #Super League 2025/2026