KALTIMPOST.ID, Persebaya Surabaya sebenarnya sedang dalam tren positif. Di bawah asuhan pelatih baru Bernardo Tavares, tim berjuluk Green Force ini baru saja menyapu bersih dua kemenangan beruntun melawan Malut United dan PSIM Jogjakarta.
Namun, di tengah suasana gembira tersebut, ada kabar kurang sedap yang menghampiri.
Persebaya Surabaya dijatuhi sanksi denda yang cukup menguras kantong oleh Komite Disiplin (Komdis) PSSI.
Sanksi Gara-Gara ID Card
Berdasarkan hasil sidang terbaru, Komdis PSSI menghukum Persebaya Surabaya denda sebesar Rp 50 juta.
Baca Juga: Persiba Balikpapan Ubah Komposisi Tim, Lepas Tujuh Pemain dan Datangkan Pemain Baru
Penyebabnya tergolong sepele namun fatal secara regulasi, yakni adanya ofisial tim yang tidak memakai ID Card di area resmi saat pertandingan.
Pelanggaran disiplin ini terjadi ketika Persebaya Surabaya menjamu Malut United pada 10 Januari lalu.
Beruntung, sanksi ini hanya menyasar sisi administratif dan tidak merembet ke pemain, sehingga kekuatan tim di lapangan tetap aman.
Baca Juga: Pesan Haru Joel Vinicius Setelah Resmi Pindah ke Arema FC: Terima Kasih Banyak Borneo FC!
Masih Lebih Baik dari Persib?
Jika dibandingkan dengan klub lain, nasib Persebaya Surabaya terbilang masih cukup mujur.
Persib Bandung, misalnya, mendapatkan sanksi yang lebih beragam, termasuk akibat ulah oknum suporter yang menyalakan petasan di dalam stadion.
Meski begitu, manajemen Persebaya Surabaya tetap memiliki pekerjaan rumah besar terkait kedisiplinan pemain.
Hingga saat ini, Green Force tercatat sebagai salah satu tim dengan koleksi kartu merah terbanyak di liga, yakni mencapai enam kartu merah. ***
Editor : Dwi Puspitarini