KALTIMPOST.ID, Persebaya Surabaya kini tengah menghadapi tantangan besar dalam menyusun komposisi pemain di lini depan.
Setelah melepas Riski Dwi ke Garudayaksa dengan status pinjaman, pilihan pelatih Bernardo Tavares kini mengerucut pada satu nama lokal, Malik Risaldi.
Kehilangan Riski Dwi membuat Malik menjadi satu-satunya penyerang murni yang tersisa di skuad Bajul Ijo.
Namun, alih-alih merasa terdesak, Bernardo Tavares justru melihat situasi ini sebagai peluang untuk menguji fleksibilitas pemain jebolan Madura United tersebut.
Baca Juga: Duh! Lagi On Fire, Persebaya Surabaya Kena Sanksi Komdis PSSI, Kok Bisa?
Tantangan Mencari Pemain Baru
Tavares mengakui bahwa menambah amunisi lokal di tengah musim bukan perkara mudah.
Kontrak pemain yang masih berjalan di klub asal menjadi kendala utama manajemen untuk mendatangkan wajah baru.
"Ya, memang benar tidak mudah untuk merekrut pemain lokal di jendela transfer ini karena pemain lokal masih terikat kontrak, sangat sulit untuk membawa mereka ke sini," ungkap Tavares pada Rabu (28/1/2026).
Eksperimen Posisi Malik Risaldi
Menyikapi keterbatasan skuad, pelatih asal Portugal tersebut memberikan sinyal kuat bahwa Malik Risaldi tidak akan hanya terpaku pada satu posisi. Malik diharapkan mampu beradaptasi menjadi sosok multifungsi di lini serang.
"Tapi bagaimanapun, Malik bisa menjadi pemain sayap atau striker, semua orang harus siap. Ini adalah target kami," ujar Tavares.
Tavares menegaskan bahwa komunikasi personal akan dilakukan untuk memastikan Malik siap memikul tanggung jawab baru ini.
"Jika saya punya nasihat untuk Malik, saya akan memberikannya langsung kepadanya," tambahnya.
Baca Juga: Persebaya Tak Ingin Terpeleset di Awal Putaran Kedua, Ini Fokus Utama Tavares
Menyesuaikan Strategi dengan Karakter Pemain
Lebih lanjut, Tavares menjelaskan bahwa rotasi posisi ini bukan tanpa perhitungan. Ia sangat memperhatikan karakter unik setiap pemain sebelum memutuskan strategi di lapangan hijau.
Menurutnya, pemahaman terhadap gaya main individu adalah kunci keberhasilan tim.
"Siapapun yang bermain di posisi tersebut harus siap dan sesuai dengan pemain yang bermain di sana karena memiliki karakteristik yang berbeda-beda. Jadi tim perlu tahu cara bermainnya," jelasnya.
Ia memberikan gambaran bagaimana perbedaan karakter pemain akan mengubah cara tim menyerang.
"Hal itu akan berbeda jika dia adalah pemain yang butuh ruang untuk mengeksplorasi pertahanan lawan, atau jika dia adalah pemain yang lebih banyak menahan bola. Jadi kami perlu tahu pemain yang kami miliki untuk membuat rencana kami," tutup Tavares. ***
Editor : Dwi Puspitarini