KALTIMPOST.ID, Persebaya Surabaya mencatatkan performa impresif di Super League musim ini.
Hingga pekan ke-21, tim berjuluk Green Force itu belum tersentuh kekalahan dalam 13 pertandingan atau unbeaten.
Dari total 13 laga tersebut, Persebaya Surabaya melakoni enam pertandingan kandang dan tujuh laga tandang. Hasilnya relatif berimbang.
Saat bermain di kandang, Persebaya mengemas tiga kemenangan dan tiga hasil imbang. Sementara di laga tandang, Persebaya mencatat tiga kemenangan dan empat kali seri.
Meski statistik terlihat seimbang, muncul anggapan bahwa Persebaya Surabaya justru tampil lebih garang ketika bermain di luar kandang.
Sorotan itu kian kuat karena Green Force kerap tampil dominan saat mengenakan jersey kuning.
Dalam dua laga tandang terakhir bersama pelatih Bernardo Tavares, Persebaya Surabaya sukses menang meyakinkan atas PSM Yogyakarta dengan skor 0-3 dan menundukkan Bali United 1-3. Hasil tersebut membuat optimisme Bonek dan Bonita meningkat.
Persebaya Surabaya dijadwalkan menjamu Bhayangkara FC pada pekan ke-22 di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT), Sabtu (14/2).
Pada laga kandang tersebut, Persebaya diperkirakan kembali mengenakan jersey hijau kebanggaan.
Namun, Bernardo Tavares tak ingin larut dalam mitos warna jersey. Pelatih asal Portugal itu memilih fokus pada kesiapan tim dan strategi pertandingan. Apalagi, beberapa pemainnya masih dalam pemantauan kondisi fisik.
Bruno Paraiba disebut belum berada dalam kondisi bugar 100 persen. Sementara Malik Risaldi dan Mihailo Perovic sempat ditarik keluar saat Persebaya menghadapi Bali United pada Sabtu (7/2).
Bonek Soroti Isu Pemain Bintang dan Jersey Kuning
Di sisi lain, perbincangan di kalangan suporter justru melebar. Sebagian Bonek menyoroti narasi yang berkembang soal kemenangan tanpa pemain bintang.
"Yang harus dipantau ini soal banyaknya berita seolah tanpa pemain bintang bisa menang. Ngeri aja bisa jadi penggiringan opini seolah-olah pemain bintang kalau mau out gpp. Karena sampai skrg pemain utama masih ada yg belum perpanjang kontrak min, ada Bruno, Malik, dan beberapa lagi. Kontrol dan awasi terus modusnya," tulis akun @ded***.
Ada pula yang menyerahkan sepenuhnya urusan teknis kepada pelatih.
"Ga usah khawatir, coach BT taktik e wakeh," cetus @pha***.
Sementara komentar bernada santai juga bermunculan.
"Ws ojk d pikir cak Mala bocor Iki engkk," ujar @pac***.
Jersey Kuning Dianggap Bawa Hoki
Performa Persebaya Surabaya saat tandang dengan jersey kuning semakin memancing reaksi netizen.
Dari lima laga tandang terakhir, Green Force belum kalah dengan catatan dua imbang dan tiga kemenangan.
Sebagian suporter bahkan berharap jersey kuning terus digunakan.
“Main away terus wae Ben menangan. Nak main Ng kandang seri terus,” ungkap @err***.
"Boleh kemaki soalnya Persebaya Menang Lagi," ujar @dim***.
"Era Keganasan Tavarez," lanjut @ilh***.
Ada pula yang menyamakan Persebaya Surabaya dengan Timnas Brasil, mengingat warna jersey dan kehadiran pemain asal Negeri Samba seperti Bruno Paraiba, Jefferson, dan Gustavo.
"Persebaya ta brazil iki?" sebut @ras***.
Komentar nyeleneh pun tak terhindarkan.
"Toping liga rasa keju nii bwoosss," ungkap @jen***.
"Jersey kuning perlu diselidiki," beber @pra***.
Meski begitu, tak semua suporter sepenuhnya puas.
"Memang harus di apresiasi tanpa kekalahan, tapi aku pribadi masih belum puas karena masih lebih banyak imbangnya... yaa semoga kedepannya lebih bagus dan konsisten," papar @mri***.
View this post on InstagramA post shared by Persebaya Surabaya | Online Persebaya (@onlinepersebaya)
Terlepas dari perdebatan warna jersey, target utama Green Force tetap satu, yaitu mengamankan poin penuh di kandang dan memperpanjang nafas unbeaten mereka.
Editor : Dwi Puspitarini