KALTIMPOST.ID, SAMARINDA-Borneo FC Samarinda tak mau terlena dengan perbedaan posisi di klasemen jelang lawatan ke markas Madura United. Meski unggul jauh, Pesut Etam diingatkan untuk tetap fokus dan tidak menganggap remeh lawan.
Laga lanjutan BRI Super League 2025/2026 itu akan digelar di Stadion Gelora Ratu Pamelingan, Minggu (5/4) pukul 20.00 Wita.
Pelatih Borneo FC Fabio Lefundes menegaskan, timnya datang dengan persiapan matang. Waktu jeda yang cukup panjang dimanfaatkan untuk membenahi sejumlah aspek permainan.
Baca Juga: Intip Spesifikasi dan Harga Honda PCX 160 2026 OTR Balikpapan, Hadir dengan Varian Warna Mewah
“Kami punya waktu yang bagus untuk persiapan. Evaluasi sudah dilakukan, termasuk beberapa penyesuaian yang dibutuhkan tim,” ucapnya.
Skuad Pesut Etam bahkan sudah lebih dulu tiba di Madura dan menjalani official training (OT) sebagai bagian dari adaptasi sekaligus pematangan taktik. Meski Madura United tengah terpuruk—tanpa kemenangan dalam 10 laga terakhir—Lefundes tak ingin menjadikan itu sebagai patokan.
Menurutnya, situasi tersebut justru bisa menjadi motivasi tambahan bagi tuan rumah untuk bangkit.
“Dalam sepak bola, kondisi seperti itu bisa berubah kapan saja. Mereka tetap tim yang berbahaya, apalagi bermain di kandang,” tegas pelatih asal Brasil tersebut.
Baca Juga: Info Terupdate! Seleksi CPNS 2026 Diprediksi Mulai Agustus, Ini Skema Terbaruna
Karena itu, dia meminta anak asuhnya tampil disiplin dan menjaga intensitas sejak menit awal. Tak ada opsi selain meraih hasil maksimal. Lefundes menegaskan, Borneo FC datang membawa target jelas; poin penuh.
“Kami tidak melihat siapa lawan. Yang penting bagaimana kami mencapai target,” ucap dia.
Saat ini, Borneo FC menempati peringkat kedua dengan 54 poin. Sementara Madura United masih berkutat di papan bawah, tepatnya posisi ke-16 dengan 20 poin.
Di atas kertas, Pesut Etam lebih diunggulkan. Namun, laga dipastikan tidak akan berjalan mudah. Tuan rumah butuh poin untuk keluar dari tekanan, sementara Borneo FC ingin terus menempel ketat puncak klasemen. (*)
Editor : Dwi Restu A