KALTIMPOST.ID, SAMARINDA – Borneo FC masih berada di jalur perebutan gelar juara Super League musim ini. Pesut Etam bersaing ketat dengan Persib Bandung dalam perburuan trofi.
Peluang meraih gelar perdana di Liga Indonesia seharusnya menjadi kabar menggembirakan bagi tim pelatih. Namun, hal itu justru membawa konsekuensi tersendiri bagi sang pelatih, Fabio Lefundes.
Pelatih asal Brasil tersebut mengaku jam tidurnya kini terganggu. Ia sulit beristirahat dengan normal karena terus memikirkan strategi dan kondisi tim di tengah persaingan ketat.
Baca Juga: Neymar Jr Diduga Tampar dan Tendang Putra Robinho, Ini Kronologinya
“Sekarang, saya malah tidak pernah tidur dengan jam normal,” ujarnya, dikutip dari laman resmi klub.
Menurut Lefundes, situasi tersebut sudah menjadi bagian dari pekerjaannya selama kompetisi berlangsung. Ia menyebut, waktu istirahat yang ideal baru bisa didapat saat liga memasuki masa jeda.
“Karena selalu bekerja selama kompetisi, saya tidak pernah tidur normal. Saya baru bisa tidur normal saat libur kompetisi. Berarti masih sebulan lagi,” jelas mantan pelatih Madura United tersebut.
Baca Juga: Jelang Women’s Series 2026, Timnas Basket 3x3 Putri Rombak Skuad
Meski demikian, Lefundes menegaskan akan tetap fokus selama peluang juara masih terbuka. Ia berkomitmen mengerahkan seluruh kemampuannya demi membawa Borneo FC mencetak sejarah.
“Sekarang, kami harus mengontrol tim dengan baik. Kita lihat nanti hasilnya seperti apa, tetapi saya sangat optimistis bisa juara,” pungkasnya. (*)
Editor : Ery Supriyadi