LAGA el clasico Indonesia antara Persija Jakarta versus Persib Bandung dipastikan digelar di Stadion Segiri Samarinda, Minggu (10/5/2026). Manajer Borneo FC Dandri Dauri menyambut baik pertandingan tersebut.
Dandri mengatakan, Stadion Segiri memang markas Pesut Etam. Namun demikian, status kepemilikan adalah milik pemerintah kota Samarinda. Untuk itu, Dandri mengaku tidak masalah pertandingan sarat gengsi itu digelar di Samarinda.
Dandri juga mengapresiasi panitia Persija yang telah berkomunikasi dengan pihak Borneo FC. Itu menunjukkan bahwa Macan Kemayoran memiliki etika yang cukup baik. "Meskipun Stadion Segiri itu bukan milik kami, namun Persija tetap kulonuwun dengan Borneo FC, artinya ada komunikasi positif di sini," ungkap Dandri.
Sebelumnya banyak pihak yang mengira, Dandri akan bersikeras tidak merestui keinginan Persija tersebut. Itu buntut dari kejadian saat Pesut Etam dipersulit ketika hendak melakoni official training di JIS pada putaran pertama lalu. Namun dengan tegas Dandri mengatakan, bahwa sebagai pengurus klub harus dewasa.
"Kami ingin membuktikan kepada semua bahwa Samarinda itu tempat yang aman dan nyaman untuk siapapun. Dengan Samarinda dipilih sebagai venue el clasico itu membuktikan Samarinda dan masyarakatnya bersahabat dengan siapapun," imbuh dia.
Di sisi lain, Dandri melihat sisi positif dengan digelarnya pertandingan Persija versus Persib di Segiri. "UMKM bisa bergerak, panitia lokal pasti dilibatkan. Jadi kita ambil saja sisi positifnya dan buang negatifnya," tukas Dandri. (*)
Editor : Sukri Sikki