KALTIMPOST.ID, KUDUS – Gelaran Hydroplus Soccer League (HPSL) All-Stars tidak hanya menghadirkan persaingan di lapangan hijau. Turnamen sepak bola putri tersebut juga memberikan dampak ekonomi yang signifikan bagi masyarakat Kabupaten Kudus.
Bupati Kudus Sam’ani Intakoris mengatakan, ajang ini menjadi contoh nyata berkembangnya sport tourism di daerah. Kehadiran atlet, ofisial, dan keluarga peserta dinilai mampu menggerakkan berbagai sektor ekonomi lokal.
Menurut Sam’ani, dampak positif mulai terlihat dari meningkatnya aktivitas masyarakat selama turnamen berlangsung. Jalan-jalan utama menjadi lebih ramai, sementara pelaku usaha katering, UMKM, hingga pengelola penginapan merasakan peningkatan permintaan.
Baca Juga: PT Kartika Persada Tagih Pembayaran Proyek 2018, Lonsum Belum Beri Tanggapan
“Saya melihat jalan-jalan begitu padat. Usaha katering, UMKM di Kudus mendapatkan banyak pesanan, dan penginapan juga ramai,” ujarnya usai final HPSL All-Stars.
Ia menambahkan, peserta dari luar daerah turut berkontribusi pada sektor pariwisata dan kuliner. Atlet serta keluarga mereka memanfaatkan kesempatan untuk menikmati berbagai destinasi wisata dan makanan khas Kota Kretek.
Beberapa lokasi yang banyak dikunjungi antara lain Bendung Logung, kawasan wisata religi Sunan Kudus dan Sunan Muria, serta objek wisata Colo.
“Dampak sport tourism ini luar biasa. Atlet yang datang tidak sendirian, tetapi juga mengajak keluarga untuk berkunjung ke Kudus,” katanya.
Pemerintah Kabupaten Kudus berkomitmen mendukung penyelenggaraan event olahraga melalui kemudahan perizinan, pengamanan, serta pendampingan bagi pelaku usaha lokal, termasuk pemilik homestay dan pedagang kaki lima.
Sam’ani juga mendorong pelaku UMKM menjaga standar kebersihan dan higienitas produk agar memberikan kenyamanan bagi pengunjung.
Baca Juga: Andi Harun Dorong Penguatan STEM di Samarinda Sambut Tahun Ajaran Baru 2026/2027
Sementara itu, Program Director Bakti Olahraga Djarum Foundation, Yoppy Rosimin, menilai perkembangan sepak bola putri Indonesia terus menunjukkan tren positif sejak program pembinaan digulirkan pada 2023.
“Perkembangannya sangat pesat. Kami memulai dari 2023 dan kini hasilnya mulai terlihat,” ungkap Yoppy.
Ia menegaskan, Bakti Olahraga Djarum Foundation akan terus memperluas jangkauan kompetisi guna memperkuat ekosistem sepak bola putri nasional dan melahirkan atlet yang mampu bersaing di level internasional. (*)
Editor : Ery Supriyadi