Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Calon Penerima Program Pemasangan Jargas Baru Dapat Kompor Dua Tungku dari Kementerian ESDM

Adhiel kundhara • Jumat, 20 September 2024 | 07:30 WIB

Ilustrasi. Kementerian ESDM akan sekaligus memberikan kompor 2 tungku bagi penerima program penambahan SR jargas.
Ilustrasi. Kementerian ESDM akan sekaligus memberikan kompor 2 tungku bagi penerima program penambahan SR jargas.
KALTIMPOST.ID, Kota Bontang sebelumnya sudah pernah mendapat program pemasangan jargas sebanyak tiga kali. Tepatnya pada tahun 2011, 2017, dan 2018.

Saat ini, Pemkot Bontang juga mengajukan untuk penambahan sambungan rumah (SR) jargas baru yakni 11.214.

Kementerian ESDM menyatakan saat ini masuk tahapan feasibility study (FS). Masih terdapat 21 daerah yang merupakan calon penerima program.

Dari angka tersebut, nantinya akan disusutkan menjadi 15 daerah yang masuk tahapan Front End Engineering Design (FEED) dan Detail Engineering Design for Constructions (DEDC).

Namun terdapat perbedaan dengan program kali ini dengan sebelumnya. Kementerian ESDM juga akan memberikan kompor bagi penerima program.

Koordinator Perencanaan Pembangunan Jargas Kementerian ESDM Sugiharto mengatakan, kompor untuk gas alam dengan elpiji itu berbeda.

“Jadi kami bagikan juga satu unit kompor dua tungku. Kalau 2018 atau sebelumnya itu tidak ada program pemberian kompor. Mereka umumnya memakai kompor lama,” kata Sugiharto.

Perbedaan kompor gas alam terletak pada komponen spuyer. Kalau kompor gas alam ukuran spuyernya lebih besar. Sementara untuk kompor gas elpiji lebih kecil.

Mengingat, tekanan untuk elpiji lebih besar yakni 22 barg, sedangkan jargas hanya berkisar di angka 0,02 sampai 0,03 barg.

Ia juga menilai untuk jargas itu lebih aman, hemat, dan nyaman jika dibandingkan dengan penggunaan elpiji. Aspek keamanan karena jargas memiliki dua valve.

Baik di luar rumah maupun dekat kompor. Selain itu dilengkapi dengan odor sehingga mudah untuk mendeteksi kebocoran.

“Kalau elpiji tidak mudah menutup aliran gas ketika terjadi kebocoran. Maka dari itu biasanya gas langsung dibawa keluar rumah,” ucapnya.

Aspek kenyamanan karena selama 24 jam kompor tetap bisa menyala. Berbeda dengan elpiji ketika habis maka memerlukan waktu untuk melakukan penggantian. Dari segi kehematan karena harga yang ditawarkan lebih rendah.

Apabila terjadi kerusakan dengan kompor, warga tidak perlu khawatir. Sebab sparepart untuk kompor gas alam juga mudah didapatkan. (*)

 

Editor : Almasrifah
#bontang #jargas #kementerian edsm #pemkot bontang #kompor