Kepada Kaltim Post, ia mengaku pengunduran diri ini karena beda pilihan di Pilwali. Agus Suhadi justru mendukung paslon dari jalur perseorangan Basri Rase-Chusnul Dhihin. Daripada jagoan yang diusung partainya yakni Najirah-Muhammad Aswar.
“Saya sudah mengajukan pengunduran diri,” kata pria yang akrab disapa Agus PM ini.
Menurutnya 14 tahun berkiprah sudah cukup rasanya. Ia pun mengaku siap ketika nanti ada langkah yang diambil oleh DPP terkait pengunduran dirinya. Termasuk dipecat dari partai berlambang kepala banteng moncong putih tersebut. Idieologi yang dipaparkannya sebagai mantan prajurit tetap diyakininya yakni ketegasan.
“Kalau saya sudah katakan a di awal ya berarti a. Tidak boleh jadi b,” ucapnya.
Pengajuan pengunduran dirinya diajukan kepada DPP PDI Perjuangan. Ditembuskan ke DPD PDI Perjuangan Kaltim. Ia menjelaskan di internal tidak ada permasalahan. Bahkan beberapa kerabatnya sempat menahannya untuk mundur. Tetapi karena beda pilihan tersebut membuat langkah kaki semakin kuat.
Pemilihan Basri-Chusnul karena ia mengenal betul sepak terjang dari paslon tersebut. Utamanya Basri Rase sebagai koleganya sebelumnya. Dalam tim kampanye paslon Najirah-Aswar yang dikeluarkan oleh KPU masih tertera bahwa Agus Suhadi menjabat sebagai Wakil Ketua 2 Tim Pemenangan Tingkat Kota.
Ia pun juga bakal mengundurkan diri dari struktur tersebut. Dikonfirmasi terpisah, Ketua DPC PDI Perjuangan Kota Bontang Maming mengaku belum menerima laporan terkait hal tersebut.
“Saya belum terima surat dari beliau (Agus Suhadi),” pungkasnya.
Editor : Uways Alqadrie