Pasalnya, jalur ini ditutup sementara untuk fokus pembuatan. Lurah Guntung Denny Febrian membenarkan terkait kondisi tersebut.
“Jadi jalan alternatif dari samping Hotel Equator yang terhubung ke RT 14 sementara tidak bisa dilewati,” kata Denny.
Alhasil warga bisa melalui Jalan Ammonia yang telah dibuka oleh perusahaan sejak Jumat (11/10/2024) mulai 06.00 Wita. Sebelumnya akses ini tertutup karena ada pekerjaan yang dilakukan salah satu perusahaan.
“Meski bisa dilalui, peraturan lalu lintas tetap dipatuhi sesuai dengan aturan yang berlaku,” ucapnya.
Saat ini akses alternatif dalam pengerjaan. Diperkirakan rampung pada akhir tahun. Lebar jalur alternatif ini mencapai 8 meter.
Sementara untuk panjangnya ditaksir 800 meter. Penganggaran dari pengerjaan ini terjadi sinergitas antara pemkot dengan perusahaan.
“Jadi pemkot membangunkan jembatan, sedangkan perusahaan akses jalannya. Termasuk parit,” tutur dia.
Sebelumnya pembangunan jembatan ini sempat tertunda di APBD murni lalu. Pasalnya kala itu ada pergeseran lokasi yang direncanakan. Sehingga pemkot masih menunggu titik jalan yang bakal dibuatkan oleh perusahaan.
Diketahui, rencana ini mulai digaungkan sejak 2021. Jembatan ini diharapkan menjadi akses alternatif bagi warga Guntung.
Utamanya ketika sebagian wilayah tergenang air ketika intensitas hujan tinggi bersamaan dengan kondisi air laut pasang. Dampaknya ketika ada warga yang meninggal maupun sakit proses evakuasinya agak rumit.
Diprediksi pengerjaan ini membutuhkan anggaran paling besar, hingga Rp 7 miliar. Panjang jembatan diperkirakan 20 meter.
“Di tengah-tengah itu ada sungai maka akan dibangun jembatan,” terang Kabid Bina Marga Dinas PUPRK Anwar Nurdin.
Perencanaan sudah dilakukan pada akhir tahun lalu. Pagu anggaran yang digelontorkan mencapai Rp314 juta. Nantinya struktur jembatan akan menggunakan baja. (*)
Editor : Almasrifah