Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Lakukan Intervensi Stunting, 19 Bayi Dua Tahun Diberi Makanan Bergizi Selama 56 Hari

Adhiel kundhara • Selasa, 29 Oktober 2024 | 15:37 WIB

 

KOORDINASI : Staf kelurahan melakukan upaya untuk penanganan stunting di wilayahnya dengan rencana penyaluran makanan tambahan dari program stimulan.
KOORDINASI : Staf kelurahan melakukan upaya untuk penanganan stunting di wilayahnya dengan rencana penyaluran makanan tambahan dari program stimulan.

KALTIMPOSTID, BONTANG - Kelurahan Belimbing menggelar rapat koordinasi terkait dengan langkah intervensi balita yang stunting, Selasa (29/10/2024). Lurah Belimbing Dwi Andriyani mengatakan, program ini masuk dalam pembiayaan dana stimulan.

Khususnya melalui pemberian makanan tambahan (PMT).  “Sebelumnya di APBD Perubahan, PMT itu untuk pemulihan. Saat ini kami alihkan fokus ke penyembuhan,” kata Dwi.

Nantinya 19 bayi dua tahun ke bawah akan mendapatkan makanan tambahan mulai 1 November. Setelah ini kelurahan akan mengumpulkan orangtua dari calon penerima. Jika setuju, maka bantuan bakal diberikan. Tetapi jika tidak maka dialihkan ke calon penerima lainnya.

Sejatinya total anak yang terkena stunting di Belimbing mencapai 71. Tetapi dari angka itu tidak cukup untuk pembiayaan PMT dari dana stimulan. Akibatnya ada pemilihan hanya menyasar warga tidak mampu. “Penyaluran makanannya nanti pagi hari oleh kader,” ucapnya.

Sesungguhnya skema untuk penyaluran ada dua opsi yang diusulkan. Pertama makanan tambahan dibagikan selama 28 hari. Tetapi tiap hari diberikan dua kali penyaluran. Opsi selanjutnya ialah diberikan selama 56 hari. Namun penerima hanya mendapatkan makanan tambahan satu kali per harinya.

“Opsi kedua ini yang kami pilih. Karena lebih mudah untuk pengawasannya. Apalagi keduanya juga diklaim berhasil untuk penanganan stunting,” tutur dia.

Menurutnya dengan satu kali penyaluran per hari, maka kader bisa memantau makanan yang diberikan diasup oleh anak stunting. Bukan dimakan orangtuanya maupun keluarga lainnya. Diharapkan nantinya ada peningkatan berat badan dari 19 calon penerima.

“Kandungan makanan dipantau oleh ahli gizi di Puskesmas Bontang Barat. Sesuai dengan standar kesehatan dan isi piringku,” pungkasnya. (ak/ind)

Editor : Indra Nuswantoro