BONTANG - Hari pertama pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) jenjang SMP, delapan sekolah yang membuka lewat online diserbu pendaftar, Selasa (10/6/2025). Orangtua calon murid pun berada di pagar sekolah menunggu antrean untuk dipanggil panitia. Kondisi tersebut terjadi salah satunya di SMP 1 Bontang.
Kepala SMP 1 Riyanto mengatakan antrean sudah terjadi sejak pagi. Panitia pun membagi beberapa tahapan terhadap orangtua calon murid yang melakukan pendaftaran. “Proses pendaftaran sampai di ruang operator untuk memeriksa kelengkapan berkas,” kata Riyanto.
Ia pun belum bisa menyebutkan berapa jumlah formulir yang sudah keluar selama hari pertama pelaksanaan SPMB. Namun untuk jalur afirmasi keluarga miskin (gakin) memang ramai peminta. Dikarenakan jalur ini pendaftar dibuka secara bebas tanpa mengacu domisili terdekat.
“Padahal untuk gakin itu tidak ada pilihan dua dan tiga. Arahannya memang ke sekolah terdekat dengan domisili. Tetapi ada yang dari Loktuan hingga Kanaan,” ucapnya.
SMP 1 untuk jalur afirmasi gakin membuka 28 kuota. Hingga berita ini ditulis jumlah pendaftar telah mencapai 22. Kondisi serupa juga terjadi untuk jalur afirmasi anak guru dan tenaga kependidikan (GTK). Dari 14 slot yang disiapkan sudah terdapat delapan pelamar.
“Bahkan tadi informasi saya terima sudah capai belasan,” tutur dia.
Sementara untuk jalur domisili dengan ketentuan jarak 400 meter antara sekolah dengan rumah pendaftar justru sepi peminat. Dari 112 kuota yang ditetapkan pada hari pertama baru muncul 24 pendaftar. Kondisi ini lantaran SMP 1 tidak berada di wilayah padat permukiman.
“Kalau jalur domisili memang tiap tahunnya tidak terisi penuh,” terangnya.
SMP lain yang sudah terpenuhi kuota jalur afirmasi gakin yakni SMP 2 dan 8. Nantinya proses seleksi akan mengacu nilai ujian sekolah tertinggi. Pada hari perdana ini total pendaftar telah mencapai 347. Di luar pendaftar yang telah tersisih khusus jalur afirmasi gakin. Adapun kuota yang diberikan untuk tahap pertama pelaksanaan SPMB bagi delapan SMP yakni 894.
Editor : Muhammad Ridhuan