BONTANG - Kelurahan Satimpo pada tahun lalu dinobatkan sebagai kelurahan bersih dan hijau tingkat Bontang. Pada gelaran perlombaan tahun ini, Lurah Satimpo Maryono bertekad mempertahankan predikat tersebut.
“Lebih berat beban di kami karena harus mempertahankan,” kata Maryono.
Menurutnya belum ada inovasi yang baru terkait dengan program pengelolaan lingkungan bersih dan hijau. Namun beberapa program tahun lalu tetap dijaga. Mulai dari penanaman pohon di pekarangan rumah, menjaga kebersihan sungai, hingga program pilah sampah dari rumah.
“Bahkan untuk program pilah sampah dari rumah ini sudah diadopsi oleh pemkot berwujud satu RT satu bank sampah,” ucapnya.
Kini, Satimpo fokus dalam pembuatan taman. Khusus area Pisangan, empat RT sudah memiliki taman. Mulai dari RT 22 hingga 25. Tersisa satu RT yang belum memiliki taman yakni 21.
“Pembuatan taman di RT 21 nantinya berada di bantaran sungai. Tujuannya agar lingkungan menjadi bersih,” tutur dia.
Anggaran nantinya berasal dari kelurahan di tambah swadaya masyarakat. Dalam taman itu nantinya dipasang papan peringatan untuk tidak membuang sampah di sungai. Tujuannya agar aliran air tidak mengalami hambatan, sehingga ketika debit tinggi tidak menyebabkan meluber ke permukiman warga.
Rencananya pembuatan taman akan dilakukan pasca pengerjaan penurapan di wilayah tersebut rampung. Menurutnya taman ini juga bisa menjadi tempat berkumpul warga. Kelurahan menargetkan terdapat penambahan tujuh taman di periode mendatang.
Editor : Muhammad Ridhuan