Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Dipaksa Beli Seragam Sekolah, Orangtua Siswa Diminta Melapor ke Disdikbud Bontang

Adhiel kundhara • Minggu, 22 Juni 2025 | 18:03 WIB

Plt Kepala Disdikbud Bontang Saparuddin menunjukkan jenis bahan yang dipakai untuk seragam sekolah gratis.
Plt Kepala Disdikbud Bontang Saparuddin menunjukkan jenis bahan yang dipakai untuk seragam sekolah gratis.

KALTIMPOST.ID, BONTANG, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Bontang dalam waktu dekat akan mengeluarkan surat edaran kepada sekolah jenjang SD dan SMP. Isi surat edaran tersebut mengimbau kepada sekolah untuk tidak memaksa murid baru membeli seragam sekolah nasional.

Baik itu seragam putih-merah untuk SD maupun putih-biru untuk SMP. Pasalnya saat ini program bantaun seragam gratis dalam pengerjaan. Plt Kepala Disdikbud Saparuddin mengatakan filosofi dari program ini ialah meringankan beban orangtua. “Jadi kami pesan orangtua jangan beli dulu ketika memasuki awal tahun ajaran baru,” kata Saparuddin.

Bagi sekolah yang melakukan pemaksaan untuk pembelian seragam maka orangtua bisa melaporkannya ke Disdikbud. Menurutnya saat ini pasokan kain untuk seragam sekolah telah didatangkan dari luar Kalimantan. “Penyedia melakukan penyortiran. Ini baru 10 ribu meter yang datang. Nantinya dibutuhkan 35 ribu meter untuk atasan dan 40 ribu meter bawahan,” ucapnya.

Baca Juga: Kabar Baik Ini! Neni Janjikan Tahun Ini Bagi-Bagi Sepatu, Seragam, dan Tas Sekolah Secara Gratis ke Seluruh Siswa

Pengiriman saat ini masih dua kali. Skemanya bertahap. Dalam beberapa hari ke depan bahan juga kembali akan diterima. Pasca penyortiran kain langsung didistribusikan ke penjahit lokal. Sehingga ada beberapa seragam yang langsung dikerjakan. “Target kami Agustus untuk seragam sudah rampung. Satu penjahit menangani satu sekolah,” tutur dia.

Sementara untuk sepatu dan tas tidak menjadi masalah. Sebab pengadaannya melalui e-katalog dengan perusahaan pabrik terkait. Apalagi untuk tas tidak memiliki ukuran. Alhasil pengadaan bisa lebih cepat tahapannya. Sebelumnya, khusus kelas 1-5 SD dan 7-8 SMP sudah dilakukan pengukuran untuk sepatu dan seragam. Bahkan Disdikbud telah mendata 60 penjahit lokal yang diberdayakan untuk pembuatan seragam sekolah gratis.

Adapun untuk calon siswa baru nantinya pengukuran akan dilakukan pada saat daftar ulang. Tepatnya di 26 Juni mendatang. Mengenai desain untuk tas nantinya warna yang dipilih dominan hitam. Bahan tas disebut akan tahan air. Masih terdapat logo pemkot di bagian depan tas. Disertai dengan slogan yakni ‘Berbenah’.

Sesuai dengan jargon yang diusung kepala daerah terpilih Neni Moerniaeni-Agus Haris. Khusus sepatu untuk jenjang SD dikucurkan Rp 4,6 miliar dan SMP Rp2,2 miliar. Sementara untuk tas sekolah untuk jenjang SD diplotkan anggaran senilai Rp 3,4 miliar dan SMP 1,6 miliar. Terakhir yakni seragam sekolah untuk SD pagu anggarannya mencapai Rp 7 miliar dan SMP 3,8 miliar. (*)

Editor : Muhammad Rizki
#bontang #Neni Moerniaeni dan Agus Haris #seragam sekolah gratis #seragam sekolah anak baru