“Terdapat tujuh orang tim penilai dari provinsi,” kata Maryono.
Proses presentasi ini didampingi oleh Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni, Asisten I Setkot Bontang Dasui, Camat Bontang Selatan, Ketua TP-PKK, Ketua LPM, dan pejabat struktural kelurahan. Termasuk perwakilan dari salah satu perusahaan yang ada di Satimpo.
“Kehadiran lengkap dari unsur pemerintahan, lembaga masyarakat, serta pihak swasta ini menunjukkan sinergi dan komitmen kuat dalam mendukung Satimpo sebagai perwakilan terbaik,” ucapnya.
Menurutnya perlombaan ini menjadi salah satu sarana evaluasi dan apresiasi terhadap kinerja kelurahan. Dalam mewujudkan pemerintahan yang efektif, partisipasi, dan berorientasi pada pelayanan masyarakat.
“Saat ini kami masih menunggu hasil dari penilaian tersebut,” tutur dia.
Ia pun meminta dukungan masyarakat Bontang. Utamanya dalam aspek moril agar Satimpo mendapat hasil terbaik dan mengharumkan Bontang di mata Pemprov.
Diketahui, Satimpo dinyatakan masuk tiga besar setelah lolos dalam penilaian administrasi pada 12 Juni silam.
Penilaian itu mencakup kelengkapan berkas administratif, video visualisasi, data profil desa dan kelurahan, dan evaluasi perkembangan desa dan kelurahan.
Penetapan ini dituangkan secara resmi dalam surat dari Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (DPMPD) Kaltim dengan nomor 400.10.2.2/343/DPMPD-II.
Maryono bangga dengan capaian sejauh ini. Pasalnya sejak beberapa tahun lalu prestasi Satimpo terus mengalami peningkatan. Dari urutan 14 tingkat kota saat ini melaju ke tingkat provinsi.
“Ini capaian yang luar biasa. Sebelumnya Satimpo belum pernah ke tingkat provinsi dalam lomba ini. Sekarang bahkan masuk tiga besar,” pungkasnya. (*)
Editor : Almasrifah