Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Alasan SPBU Akawy Tidak Jual Solar; Ada Proyek Drainase, Bisa Tambah Kemacetan

Adhiel kundhara • Kamis, 10 Juli 2025 | 17:19 WIB

Perbaikan drainase di Jalan MT Haryono membuat SPBU Akawy sementara tidak melayani penjualan solar. (ADIEL KUNDHARA/KP)
Perbaikan drainase di Jalan MT Haryono membuat SPBU Akawy sementara tidak melayani penjualan solar. (ADIEL KUNDHARA/KP)

KALTIMPOST.ID, BONTANG- Panorama antrean kendaraan bermuatan berat di sekitar SPBU Tanjung Laut dikarenakan SPBU Akawy tidak melayani penjualan bahan bakar jenis solar. Menanggapi itu, Admin SPBU Akawy Yeti mengatakan alasan tidak melakukan penjualan solar karena adanya pengerjaan drainase di ruas Jalan MT Haryono.

“Jika pasok solar maka akan menambah antrean di lokasi tersebut. Sementara ruas jalan yang ada sudah sempit karena perbaikan drainase,” kata Yeti.
Pihaknya berharap pengerjaan drainase ini bisa segera dirampungkan. Khususnya yang berada di sekitar SPBU. Tujuannya agar kendaraan yang melakukan antrean tidak mengganggu kondisi arus lalu lintas.

“Jadi ini bukan perkara kuota. Tetapi untuk menjaga supaya tidak menjadi masalah lain. Karena takutnya kami lagi yang kena,” ucapnya. SPBU Akawy sudah melakukan penghentian sementara penjualan sejak empat pekan belakangan. Diketahui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota (PUPRK) Bontang telah melakukan penandatangan kontrak terhadap perusahaan pemenang proyek perbaikan drainase dan trotoar di Jalan R Suprapto, Bontang.

Baca Juga: Capaian PBBP2 Bontang di Triwulan Kedua Tembus Segini, Ini Penjelasan Bapenda

Kepala Dinas PUPRK Bontang Much Cholis Edi Prabowo mengatakan tahapan tersebut telah berlangsung pada 10 April lalu. “Pemenangnya ialah PT Tirta Dharma Segah dari Tanjung Redeb, Berau,” kata Bowo. Nantinya perusahaan tersebut diberi waktu pelaksanaan pengerjaan selama 265 hari setelah penandatangan kontrak. Dengan pagu anggaran pengerjaan mencapai Rp 23 miliar. Melalui bantuan keuangan (bankeu) Pemprov Kaltim.

Ia memastikan tidak ada perubahan titik lokasi pengerjaan untuk proyek tersebut. Nantinya akan menyasar parit di depan Rumah Sakit Amalia hingga Denarhanud Rudal 002. Di tambah sisi seberang yang berada di sekitar BPD Kaltimtara.
“Panjang parit mencapai 2,4 kilometer,” ucapnya.

Bowo meminta maaf kepada masyarakat selama pengerjaan berlangsung. Karena akan sedikit mengganggu aktivitas warga di lokasi tersebut. Dukungan pun juga perlu dari kalangan masyarakat untuk menyukseskan kegiatan ini. “Karena ini selain untuk mempercantik kota, utamanya trotoar, juga dalam rangka penanggulangan banjir. Khususnya untuk pelebaran drainase,” tutur dia.


Diketahui lebar parit akan menjadi 1 meter. Menurutnya pengerjaan itu seharusnya dilakukan tahun lalu. Tetapi Dinas PUPRK Bontang mengalihkannya ke Jalan Suryanata. Pasalnya jika dipaksakan dengan volume parit di Jalan Suryanata sebelumnya tidak mampu menampung debit air buangan. Nominal itu merupakan paling besar dari pengerjaan drainase sebelumnya. (*)

Editor : Muhammad Rizki
#bontang #antrean spbu #Tanjung Laut