Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Penjahit Lokal Berharap Program Seragam Sekolah Gratis Terus Diadakan Disdikbud Bontang

Adhiel kundhara • Kamis, 17 Juli 2025 | 10:59 WIB

LPK yang ditunjuk Disdikbud Bontang melakukan pemotongan kain sesuai pola sebelum didistribusikan bahan untuk dikerjakan oleh penjahit lokal.
LPK yang ditunjuk Disdikbud Bontang melakukan pemotongan kain sesuai pola sebelum didistribusikan bahan untuk dikerjakan oleh penjahit lokal.
  

BONTANG - Program bantuan seragam sekolah gratis sangat berdampak positif bagi penjahit lokal di Bontang. Pasalnya mereka bisa diberdayakan dalam proses pembuatan seragam sekolah. Tentunya ini menjadi salah satu sumber pendapatan keluarga.

Salah satu penjahit Yastuti mengatakan, dirinya sudah membuat 50 pakaian atas sekolah dan celana 30 potong. Sementara ini, ia masih mengerjakan untuk pakaian jenjang SD.

“Saya kerjakan ini sendiri. Dalam tiga hari bisa rampung 20 potong pakaian,” kata Yastuti.

Ia mengaku sebelumnya belajar menjahit secara otodidak. Berbekal melihat dari salah satu keluarga yang membuka jasa menjahit. Pasca itu, ia menambah ilmu melalui pelatihan yang ada.

“Khusus untuk seragam sekolah gratis ini saya sudah masuk sejak 2023 silam,” ucapnya.

Ia mengaku mendapatkan upah tiap potong pakaian sebesar Rp 30 ribu. Tidak terdapat target yang dipatok untuk menyelesaikan berapa potong dalam tahun ini. Namun, ia akan berupaya maksimal dalam proses pembuatannya. “Lumayan ini bisa menjadi tambahan penghasilan,” tutur dia.

Yastuti sendiri mengaku tidak hanya mengambil kain dari salah satu LPK atau penjahit pemotong. Kebijakan ini sangat bagus karena terkadang ketersediaan kain yang dipotong itu habis.

“Jadi saya ambil kainnya tidak di satu tempat. Kalau di sini (As Safa Collection) habis bisa dapat di pemotong kain yang ditunjuk lainnya,” terangnya.

Sementara pendiri As Safa Collection Nur Zubaidah menjelaskan program ini sangat memberdayakan penjahit lokal di Bontang. Ia pun merangkul 20 penjahit yang ada. Khususnya mereka yang sebelumnya mendapatkan pelatihan di tempatnya.

“Tetapi jumlah ini pun juga begitu bisa mengambil kain dari tempat lain,” sebutnya.

Ia pun menjamin hasil jahitan baik. Mengingat ada proses pengecekan saat penyerahan dari para penjahit. Umumnya proses menjahit dilakukan di rumah masing-masing. “Ada yang ambil dari Gunung Telihan hingga Loktuan,” pungkasnya. (*)

Editor : Sukri Sikki
#bontang #disdikbud #Penjahit Lokal #seragam sekolah