BONTANG - Rencana pelaksanaan Car Free Night (CFN) di Jalan Ahmad Yani menuai evaluasi. Setelah lokasi tersebut dinilai kurang memadai untuk menampung kegiatan wisata malam dan UMKM, Ketua Komisi B DPRD Bontang, Rustam, meminta Pemkot Bontang untuk mencari alternatif lokasi yang lebih representatif.
Menurut Rustam, niat pemerintah untuk menghidupkan perekonomian malam dan menjadikan Bontang sebagai destinasi wisata perlu diapresiasi. Namun, ia menekankan pentingnya mempertimbangkan aspek keselamatan dan kelancaran lalu lintas.
"Jalan Ahmad Yani hanya memiliki dua jalur dengan empat lajur. Kalau dipakai untuk CFN, kita harus pikirkan betul soal parkir, keluar-masuk kendaraan, hingga risiko lalu lintas yang bisa timbul," ujarnya.
Politikus Golkar ini menyebut bahwa pemilihan lokasi yang tepat sangat krusial, agar kegiatan ini tidak justru menimbulkan masalah baru. Ia pun menyinggung pertimbangan mencakup kantong parkir dan rekayasa arus lalu lintas.
"Kalau memang mau digelar, jangan di Ahmad Yani. Pemkot bisa memilih lokasi yang representatif," imbuhnya.
Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa meskipun Komisi B tidak mengeluarkan rekomendasi resmi mengenai lokasi CFN, pihaknya tetap mendorong Pemkot untuk melakukan kajian matang. Semua pihak diharapkan mempertimbangkan berbagai aspek terkait.
"Saya mendukung konsep pemerintah untuk menghidupkan UMKM dan menciptakan destinasi wisata baru. Tapi perlu solusi yang tidak mengganggu kepentingan umum, tutur dia. Menurutnya Pemkot Bontang bisa belajar dari kota-kota besar seperti Yogyakarta dan Surabaya yang sukses mengelola kawasan wisata kunjungan di malam hari.
Rustam berharap CFN tidak hanya menjadi wadah bagi pelaku UMKM lokal. Tetapi juga mampu menarik wisatawan dari luar daerah untuk datang dan berlibur di Bontang. (adv/ak/rdh)
Editor : Muhammad Ridhuan