KALTIMPOST.ID, BONTANG- Anggota Komisi C DPRD Bontang, Joni Alla’ Padang, mendesak Pemkot Bontang untuk melanjutkan pembangunan jalan di wilayah Kampung Gotong Royong pada tahun 2026 mendatang. Hal ini disampaikan dalam rangka menanggapi keluhan masyarakat terkait akses infrastruktur yang belum memadai di kawasan tersebut.
Menurutnya, saat ini pembangunan jalan di Kampung Gotong Royong masih belum mencapai tahap penyelesaian. Pekerjaan yang telah dimulai pada 2024 baru mencapai sekitar 20-25 persen, dan tidak ada progres pembangunan lanjutan yang direncanakan pada tahun 2025.
“Pekerjaan lanjutan untuk tahun 2025 tidak ada sama sekali. Ini sangat disayangkan karena kebutuhan dasar masyarakat akan infrastruktur jalan sangat penting,” kata Joni.
Politikus PDI Perjuangan ini menjelaskan bahwa pembangunan jalan ini merupakan bagian dari akses menuju RSUD Taman Husada. Utamanya ketika pengembangan bangunan rumah sakit rampung. Pasalnya jalan ini akan menjadi akses keluar dari rumah sakit.
Saat ini jalan yang berada di Kampung Gotong Royong belum semuanya dilakukan semenisasi. Hanya sebagian di akses utama yang telah mendapatkan pembangunan beberapa waktu lalu. Jalan yang telah mulus akan tersambung dengan akses masuk yang mulai dibangun pada 2024 lalu.
“Daerah lain ada perbaikan tetapi di Gotong Royong justru belum ada kelanjutan. Jangan sampai pembangunan justru tidak merata,” tutur dia.
Komisi C juga menyoroti kebutuhan pembangunan infrastruktur lain seperti drainase, penerangan jalan umum, serta penyediaan jaringan air bersih yang masih sangat minim di wilayah tersebut. Joni menyebutkan bahwa sebagian besar warga Kampung Gotong Royong masih mengalami kesulitan mendapatkan akses air bersih dan jalan yang beraspal, terutama saat musim hujan yang menyebabkan kondisi jalan berlumpur.
“Kami mendorong pemerintah untuk memperhatikan pemerataan pembangunan di Kota Bontang agar tidak ada daerah yang terabaikan. Ini penting demi meningkatkan kualitas hidup masyarakat,” terangnya.
Joni menambahkan, walaupun pembangunan infrastruktur di Bontang memiliki keterbatasan anggaran, pemerintah harus memastikan adanya progres bertahap yang nyata, khususnya untuk memenuhi kebutuhan dasar warga seperti akses jalan dan air bersih.
Dengan adanya dukungan anggaran pada 2026, Komisi C berharap pembangunan jalan di Kampung Gotong Royong dapat diselesaikan dengan baik sehingga mendukung mobilitas warga dan operasional fasilitas publik di kawasan tersebut. (*)
Editor : Ismet Rifani