KALTIMPOST.ID, BONTANG- Kabar baik datang bagi para kader Posyandu di Kelurahan Belimbing, Kecamatan Bontang Barat. Pemkot Bontang melalui Kelurahan Belimbing akan menaikkan insentif kader Posyandu menjadi Rp1 juta per bulan, mulai November mendatang. Kenaikan ini diharapkan menjadi motivasi untuk meningkatkan kinerja dan profesionalisme para kader dalam memberikan pelayanan kesehatan masyarakat.
Lurah Belimbing Dwi Andriyani menyampaikan hal itu usai menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Posyandu di Kantor Kelurahan Belimbing, Selasa (22/10/2025) siang. Rapat tersebut diikuti oleh 111 kader Posyandu se-Kelurahan Belimbing dan membahas evaluasi kinerja serta peningkatan kapasitas kader.
“Sebelumnya insentif kader sekitar Rp250 ribu per bulan, dan akan naik menjadi Rp1 juta per November nanti. Dengan kenaikan ini, tanggung jawab dan kedisiplinan kader juga harus meningkat,” kata Dwi.
Menurutnya, kenaikan insentif tersebut harus diimbangi dengan peningkatan kompetensi. Apalagi, saat ini Posyandu telah bertransformasi menjadi Integrasi Layanan Prima (ILP), yang tidak hanya melayani balita, tetapi juga remaja, dewasa, hingga lansia.
“Karena itu kader harus menguasai 25 kompetensi dasar pelayanan. Dari hasil tes kompetensi sebelumnya, baru dua orang kader yang dinyatakan lulus. Kami harapkan pada tes berikutnya lebih banyak yang lulus,” ujar Dwi.
Ia menjelaskan, tahun depan akan dilakukan tes kompetensi ulang setelah para kader mengikuti serangkaian pelatihan dan peningkatan kemampuan. Saat ini, pihaknya masih fokus pada tahap pendalaman materi dan simulasi layanan.
Selain kompetensi, tingkat partisipasi masyarakat dalam kegiatan Posyandu juga menjadi sorotan. Berdasarkan evaluasi, cakupan kehadiran balita (DPRS) di wilayah Belimbing masih di bawah 60 persen.
“Target kami minimal bisa mencapai 80–90 persen. Karena itu kami minta kader meningkatkan sosialisasi dan melakukan kunjungan ke rumah-rumah warga agar warga lebih aktif datang ke Posyandu,” terangnya.
Dwi mengatakan, sesuai ketentuan, Posyandu wajib membuka layanan minimal sekali sebulan. Namun, bagi Posyandu dengan tingkat kehadiran rendah, pihaknya mendorong agar layanan dibuka lebih dari sekali dalam sebulan, agar warga yang berhalangan hadir tetap bisa mendapatkan pelayanan.
“Khusus Posyandu yang cakupannya masih rendah, kami harapkan membuka layanan beberapa kali dalam sebulan. Dengan begitu, warga yang belum sempat hadir tetap bisa datang,” imbuhnya.
Lebih lanjut, ia juga menyinggung kampanye kesehatan terbaru dari pemerintah yakni slogan “Stop Stunting Baru”, yang berarti menekan angka stunting tanpa menambah kasus baru.
“Kalau dulu slogannya ‘Stop Stunting’, sekarang berganti. Harapannya tidak ada tambahan kasus baru di wilayah Belimbing,” pungkasnya. (*)
Editor : Ismet Rifani