Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Pemilihan Ketua RT Guntung Rampung Tanpa Sanggahan, Pelantikan Pengurus Dijadwalkan 2 Januari 2026

Adhiel kundhara • Senin, 1 Desember 2025 | 20:40 WIB

Warga Kelurahan Guntung, Bontang telah menuntaskan kegiatan pemilihan ketua RT yang dilaksanakan Minggu (30/11). (FOTO ADIEL KUNDHARA/KP)
Warga Kelurahan Guntung, Bontang telah menuntaskan kegiatan pemilihan ketua RT yang dilaksanakan Minggu (30/11). (FOTO ADIEL KUNDHARA/KP)
 

KALTIMPOST.ID-Pelaksanaan pemilihan ketua rukun tetangga (pilkaret) di wilayah Kelurahan Guntung resmi rampung dan berlangsung kondusif pada Minggu (30/11).

Selepas pemungutan suara, situasi lingkungan terpantau aman, tanpa gejolak berarti. Hingga memasuki masa sanggah, belum satu pun keberatan atau gugatan yang masuk terkait hasil pemilihan.

Lurah Guntung Denny Febrian memastikan seluruh tahapan berjalan lancar. “Alhamdulillah aman, tidak ada masalah. Sekarang masih masa sanggah, tapi sejauh ini belum ada sanggahan,” kata Denny.

Masa sanggah tersebut berlangsung selama sepekan sebelum hasil pemilihan ditetapkan secara definitif.

Jika tidak ada kendala, tahap berikutnya langsung memasuki agenda pelantikan. Pemerintah kelurahan telah menjadwalkan prosesi itu pada 2 Januari 2026.

“Pelantikannya tanggal 2 Januari 2026. Sebelumnya akan diterbitkan SK terlebih dahulu,” ucapnya.

Menariknya, pelantikan tidak hanya menyasar ketua RT terpilih, namun juga pengurus inti yang akan mendampingi mereka.

Setelah penetapan pemenang, setiap RT diwajibkan menggelar rembuk warga untuk menentukan siapa yang akan mengisi posisi sekretaris dan bendahara.

“Nanti pelantikan sekaligus untuk sekretaris dan bendahara. Jadi strukturnya lengkap sejak awal,” tutur dia.

Dalam pilkaret kali ini, dinamika perubahan cukup terasa. Dari total kepengurusan yang ada, sembilan RT diisi wajah lama.

Sementara sembilan lainnya merupakan wajah baru. Komposisi ini diharapkan melahirkan energi baru di tingkat lingkungan.

“Harapannya tentu lebih kompak dan semakin sinergi. Yang kemarin sudah bagus, kita dorong jadi lebih baik lagi,” tutur dia.

Ia mengakui, dengan hadirnya pengurus baru, fase adaptasi menjadi penting. Karena itu, kelurahan membuka wacana kegiatan penguatan kebersamaan.

“Kita ingin ada ‘bonding’. Bisa bentuknya sarasehan, duduk bareng, ngobrol santai. Di situ sekaligus kita bicarakan program, saling mengenal, dan menyamakan persepsi,” paparnya.

Agenda tersebut direncanakan digelar setelah pelantikan. Tak hanya seremoni, proses alih tugas juga mendapat perhatian.

Setelah pelantikan, akan ada masa serah terima jabatan selama sekitar satu pekan. Dalam fase ini, pengurus lama diminta memaparkan program yang telah berjalan, kondisi administrasi, hingga aset yang dikelola RT.

“Jadi semuanya klir, yang lama menyerahkan ke yang baru. Biar tidak ada yang terputus,” tegasnya.

Untuk lokasi pelantikan, pihak kelurahan memilih tetap digelar di wilayah setempat. “Insyaallah di kantor kelurahan, di Guntung saja. Konsepnya seremonial, seperti resepsi biar warga tahu siapa pengurus barunya,” pungkasnya. (rd)

Editor : Romdani.
#penajam paser utara #ibu kota nusantara #Wali Kota Bontang Neni Moerniaeni #pemilihan ketua rt #Kutai Barat