KALTIMPOST.ID, BONTANG – Rencana pembangunan Polder Tanjung Laut dipastikan mulai direalisasikan pada tahun depan. Hal itu disampaikan Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kota (PUPRK) Bontang Much Cholis Edi Prabowo saat memaparkan progres persiapan teknis dan pembebasan lahan untuk proyek pengendali banjir tersebut.
Bowo mengatakan dokumen perencanaan awal sudah disiapkan, sementara pembebasan lahan ditargetkan tuntas pada 2024. “Pembebasan lahan insyaallah beres tahun ini,” kata Bowo.
Keberadaan lahan bebas menjadi syarat utama agar pekerjaan konstruksi dapat dimulai tanpa kendala administratif. Menurutnya, pekerjaan fisik Polder Tanjung Laut akan dilanjutkan pada 2025 dengan pagu sekitar Rp 43 miliar.
Namun, nilai tersebut belum final. Pemerintah masih harus menyesuaikan porsi anggaran dengan kemampuan keuangan daerah. “Kita sesuaikan dengan kondisi keuangannya,” ucapnya.
Ia menambahkan, pekerjaan fisik senilai Rp 43 miliar itu belum seluruhnya rampung secara perencanaan. Beberapa bagian masih harus disaring berdasarkan prioritas kebutuhan.
“Itu Rp 43 miliar itu belum tuntas. Makanya nanti kita ambil yang prioritas-prioritas dulu,” tutur dia.
Penentuan prioritas tersebut dilakukan agar pembangunan tetap berjalan meski menghadapi dinamika fiskal. Meski begitu, beberapa dokumen Detail Engineering Design (DED) telah tersedia.
Proyek yang sudah memiliki DED akan menjadi kandidat utama untuk mulai dikerjakan lebih awal. “DED-nya sudah ada. Nanti kita sesuaikan dengan anggaran yang ada,” terangnya.
Bowo memastikan meski nilai anggaran dapat berubah sesuai kemampuan daerah, pembangunan polder tetap menjadi perhatian penting pemerintah.
Polder Tanjung Laut diproyeksikan menjadi salah satu infrastruktur kunci pengendali banjir kawasan pesisir, sehingga tahap awal pembangunannya akan diarahkan pada pekerjaan paling mendesak dan berdampak langsung.
Selain itu, Bowo menyebut pemerintah tidak ingin membuat perencanaan yang terlalu ambisius tanpa dukungan anggaran memadai.
Karena itu, strategi bertahap menjadi pilihan realistis agar pembangunan tetap berjalan tanpa membebani fiskal. “Yang penting dimulai dulu, bertahap, dan tepat sasaran,” terangnya.
Diketahui Polder Tanjung Laut rencana berada di Jalan Selat Karimata. Luas polder diperkirakan mencapai 15.067 meter persegi dan luas genangan 10.018 meter persegi.
Pembebasan lahan ini sempat tertunda karena ada ahli waris pemilik lahan yang sekarang berdomisili di Amerika.
Dua bidang lahan tersebut akhirnya dikeluarkan dari proyeksi pembangunan. Selain DED, tahapan kajian feasibility study, studi larap, hingga UKL-UPL sudah dilakukan. (*)
Editor : Duito Susanto