Utama Samarinda Balikpapan Kaltim IKN Nasional Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Barang Bukti Sabu Meningkat, Polres Bontang Ungkap 3,2 Kilogram Narkotika Sepanjang 2025

Adhiel kundhara • Selasa, 30 Desember 2025 | 17:52 WIB
DIAMANKAN: Barang bukti sabu yang digagalkan peredarannya oleh Polres Bontang pada tahun ini.
DIAMANKAN: Barang bukti sabu yang digagalkan peredarannya oleh Polres Bontang pada tahun ini.

KALTIMPOST.ID, BONTANG - Kasus peredaran narkotika di Kota Bontang mengalami peningkatan signifikan sepanjang tahun 2025.

Kapolres Bontang AKBP Widho Anriano menyebutkan bahwa total barang bukti sabu yang diungkap mencapai 3.204,24 gram, naik tajam dibandingkan tahun 2024 sebesar 1.421,56 gram.

“Kenaikan barang bukti ini menunjukkan keseriusan kami dalam memberantas peredaran narkoba, meskipun jumlah kasus dan tersangka mengalami penurunan,” kata AKBP Widho.

Sepanjang 2025, Polres Bontang menangani 82 kasus narkoba. Angka ini menurun dibandingkan 2024 yang mencapai 101 kasus. Jumlah tersangka yang diamankan juga menurun dari 130 orang di 2024 menjadi 107 orang pada tahun ini.

Meski demikian, pengungkapan terbesar terjadi pada Desember 2025, ketika polisi berhasil menyita 1.066,8 gram sabu dalam satu perkara. Selain sabu, Satresnarkoba Polres Bontang juga mencatat pengungkapan narkotika jenis lain. Pada 2025, polisi berhasil mengamankan 20,9 gram atau 50 butir ekstasi, sementara pada 2024 tidak terdapat pengungkapan ekstasi sama sekali.

Untuk narkotika jenis ganja, pada 2024 tercatat barang bukti sebanyak 8 gram, sedangkan pada 2025 nihil pengungkapan. Sementara itu, peredaran pil double L mengalami penurunan drastis. Pada 2024, polisi menyita 18.209 butir, sedangkan pada 2025 hanya 1.325 butir, atau turun sebanyak 16.884 butir.

Ia menjelaskan fluktuasi data pengungkapan tidak serta-merta menunjukkan lemahnya penindakan. Justru, hal tersebut bisa menjadi indikasi bahwa jaringan pengedar mulai berkurang atau berpindah pola.

“Tren setiap tahun berbeda. Penurunan kasus bisa berarti pengedar berkurang, sementara kenaikan barang bukti menunjukkan keberhasilan kami memutus mata rantai peredaran,” ucapnya.

Polres Bontang menegaskan komitmennya untuk terus memperkuat sinergi dengan masyarakat, pemerintah daerah, dan instansi terkait guna memerangi peredaran narkotika yang menjadi ancaman serius bagi generasi muda. “Kami tidak akan berhenti. Perang terhadap narkoba adalah komitmen bersama,” pungkasnya. (*)

Editor : Nugroho Pandu Cahyo
#bontang #peredaran narkotika #polres bontang #barang bukti