Utama Samarinda Balikpapan Kaltim Nasional Piala Dunia 2026 Olahraga Bisnis Lifestyle Opini Sosbis Hiburan Kesehatan

Banjir Rob Rendam Akses Masuk Menuju Bontang Kuala, Aktivitas Warga Sempat Terganggu

Adhiel kundhara • Jumat, 2 Januari 2026 | 19:53 WIB
TERTAHAN: Pengunjung yang menuju kawasan wisata Bontang Kuala berhenti untuk menunggu genangan air surut akibat banjir rob.
TERTAHAN: Pengunjung yang menuju kawasan wisata Bontang Kuala berhenti untuk menunggu genangan air surut akibat banjir rob.

BONTANG - Banjir rob kembali merendam akses masuk menuju kawasan wisata Bontang Kuala, Jumat (2/1/2026). Air laut mulai naik sejak pukul 16.30 WITA dan terus meninggi hingga menutup akses jalan menuju area parkir. Kondisi tersebut membuat aktivitas ekonomi warga, khususnya pedagang kecil, lumpuh sementara.

Salah satu pedagang kopi dan minuman kemasan di kawasan tersebut, Tiwi, mengaku terpaksa tidak bisa menerobos menuju area jualannya di sekitar pelataran Bontang Kuala karena berisiko bagi kendaraan. Ia biasanya mulai berjualan sekitar pukul 16.30 Wita.

“Ini terlalu tinggi kalau dipaksakan terobos, sayang kendaraan,” kata Tiwi saat ditemui di sekitar lokasi.

Menurutnya, genangan air paling dalam terjadi di pertengahan jalan menuju area parkir Pelataran Bontang Kuala. Hal itu membuat pengunjung tertahan di sekitar SD 001 Bontang Kuala karena akses yang sulit dilalui kendaraan roda dua.

Tiwi yang tinggal di kawasan Bukit Indah menjelaskan bahwa banjir rob seperti ini bukan kejadian baru. Biasanya, fenomena tersebut berlangsung selama sekitar lima hari berturut-turut. Banjir rob sudah mulai sejak 1 Januari 2026 kemarin.

Menurutnya, kondisi ini sangat berdampak pada pendapatan pedagang kecil yang mengandalkan kunjungan wisatawan. “Pekerjaan saya sebenarnya sales. Jadi mulai berjualan setelah pulang kerja. Biasanya pulang jam 4 sore. Harapannya kalau tidak banjir bisa langsung jualan,” ucapnya.

Tiwi berharap Pemkot Bontang dapat segera mengambil langkah konkret. Seperti melakukan penanggulangan atau peninggian akses jalan menuju kawasan wisata. Menurutnya, perbaikan infrastruktur sangat dibutuhkan agar transportasi tetap lancar dan aktivitas ekonomi warga tidak terus terganggu.

“Kalau aksesnya aman, kami juga bisa tetap berjualan,” tutur dia. Hingga pukul 18.30 Wita ketinggian air mencapai betis orang dewasa. Pengendara yang nekat memilih trotoar sebagai akses untuk menghindari luapan air.

Editor : Muhammad Ridhuan
#banjir rob #Bontang Kuala